Did You Know? You blink over 10,000,000 times a year!

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Obat tradisional adalah media pengobatan yang menggunakan tanaman dengan kandungan bahan-bahan alamiah sebagai bahan bakunya.  Metode ini  sangat erat kaitannya  dengan  tradisi  nenek moyang   pada   zaman  dahulu,  ketika   proses  pengobatan   masih dilakukan     secara     primitif     denganmenggunakan     berbagai jenis tanaman yang diyakini mempunyai khasiat obat. Oleh karena itu, obat ini disebut dengan obat tradisional. Berbagai jenis tanaman yang berkhasiat  obat sebenarnya  banyak  yang  dapat  diperoleh  di sekitar kita,  seperti  di halaman  rumah,  pinggir  jalan atau  di dapur  sebagai bahan atau bumbu masakan (Redaksi AgroMedia, 2006).

Pengobatan dengan menggunakan obat tradisional hasilnya memang tidak secepat dengan obat-obatan pabrik. Waktu penyembuhan  dengan  obat tradisional lebih  lama  jika dibandingkan dengan  waktu  penyembuhan dengan  pengobatan  secara  modern, karena sifat pengobatan dengan obat tradisional adalah konstruktif. Artinya,   pengobatan dilakukan     untuk     memperbaiki   bagian     yang terserang secara perlahan, tetapi menyeluruh. Sedangkan pengobatan modern  bersifat  destruktif.  Artinya,  pengobatan   dilakukan   dengan cepat,  karena  menggunakan  obat-obat  kimiawi  dengan dosis  cukup tinggi,  belum tentu cocok  dan  aman  untuk  bagian  tubuh lainnya (Redaksi AgroMedia, 2006).

Efek samping  yang  terkandung  dalam obat  tradisional  jarang jika dibanding dengan obat-obatan medis modern. Alasannya, bahan bakunya sangat  alami atau tidak bersifat  kimiawi.  Selama  mengikuti takaran yang dianjurkan, proses pembuatannya higienis dan cara penyimpanan baik, niscaya efek samping negatif obat tradisional tidak perlu dikhawatirkan. Dengan demikian, dalam membuat obat tradisional  harus benar-benar  diperhatikan  tata cara pembuatan  dan takarannya.  Selain  itu, cara  pemakainnya  juga  harus  tepat,  dipakai dengan  cara  dioles,  dibalutkan  atau  diminum  (Redaksi  AgroMedia, 2006).

Salah satu tanaman yang dapat digunakan sebagai obat tradisional    adalah tanaman jarak cina  (Jatropha multifida L.). Masyarakat sering menyebutnya dengan nama Yodium. Tumbuhan ini sering ditemukan pada pagar-pagar. Biasanya tanaman ini ditanam sebagai  tanaman  hias  (Heyne,  1987).  Selain itu,  biji,  daun dan batangnya sering digunakan untuk mengobati     luka      berdarah, mencegah dan mengobati kerusakan gigi seperti karies gigi (Hariana, 2008). Serta, getahnya  juga dapat digunakan  untuk mengobati bisul (Atjung, 1985).

Staphylococcus aureus merupakan salah satu bakteri penyebab bisul (Bonang  dan  Koeswardono,  1982).  Bisul  terjadi  karena  infeksi kulit  akibat  bakteri Staphylococcus. Bakteri masuk  ke  dalam  kulit melalui kelenjar minyak, kelenjar keringat dan kantong rambut. Infeksi yang ditimbulkan  mengakibatkan radang yang berisi nanah (Redaksi AgroMedia, 2008).

Staphylococcus aureus adalah bakteri berbentuk kokus, bersifat gram   positif, tidak  bergerak,   ditemukan   satu-satu,   berpasangan, berantai pendek atau bergerombol (Bonang dan Koeswardono, 1982). Staphylococcus aureus merupakan  kuman  yang patogen dan sering menimbulkan infeksi rongga mulut, kulit dan hidung (Gupte, 1990).

Streptococcus mutans merupakan salah satu bakteri yang dapat menimbulkan karies gigi (Jawetz, Melnick, dan Adelberg, 1996). Streptococcus mutans termasuk ke dalam Streptococcus viridans yang bersifat hemolitik-alfa atau nonhemolitik. Bakteri ini merupakan bakteri yang paling umum sebagai flora normal pada saluran pernapasan atas dan   berperan   penting   untuk   mempengaruhi   kesehatan   membran mukosa yang terdapat di sana. Streptococcus mutans mensintesis banyak polisakarida seperti dekstran atau levans dari sukrosa dan mempunyai   peran penting  pada  proses   pembentukan  karies  gigi (Jawetz, Melnick dan Adelberg, 2005).

Keterangan: Bagi yang berminat untuk memiliki versi lengkap judul diatas dalam format Msword hubungi ke nomor:

HP. 0819 0405 1059/ 0812 2701 6999/ 0888 9119 100 atau Telp.0274-9553376. Skripsi Rp300rb, Tesis Rp500rb. Layanan ini bersifat sebagai referensi dan bahan pembelajaran. Kami tidak mendukung plagiatisme. Jika belum jelas, jangan ragu telepon kami :)

Karies gigi adalah suatu kerusakan gigi yang dimulai pada permukaan gigi dan berkembang ke  arah dalam. Mula-mula permukaan email yang keseluruhannya nonseluler, mengalami demineralisasi.  Hal  ini  terjadi  akibat  pengaruh  asam  hasil peragian bakteri. Dekomposisi gigi dan semen yang terjadi selanjutnya meliputi pencernaan   matriks   protein   oleh   bakteri   (Jawetz,   Melnick,   dan Adelberg, 1996).

Jarak cina memiliki kandungan kimia yang bermanfaat yaitu α- amirin, kampesterol, 7α-diol, β-sitosterol dan HCN. Batang jarak cina mengandung alkaloid, saponin,  flavonoid  dan  tanin.  Kandungan  zat aktif tanaman jarak cina yang berupa   flavonoid, tannin, saponin dan alkaloid  ini  dapat berfungsi  sebagai antimikroba  (Prabaningtyas, Suarsini, Witjoro, 2006).

Alkaloid     adalah     senyawa     pahit     yang     dapat     menghambat pertumbuhan  bakteri (Robinson,   1995).  Saponin   mempunyai   sifat seperti   sabun   yang  dapat   melarutkan  kotoran,   dapat   digunakan sebagai  antiinflamasi  (peradangan)  dan antimikroba (Zakaria,  2008). Flavonoid berfungsi sebagai antibakteri dengan cara membentuk senyawa kompleks terhadap protein ektraseluler yang mengganggu integritas membran sel bakteri (Cowan, 1999). Tanin mempunyai daya anti bakteri dengan mempresipitasi  protein secara aktif dan merusak membran sel dengan cara menurunkan tegangan permukaannya (Waluyo, 2004).

Efektivitas antibakteri terhadap spesies bakteri berbeda antara yang   satu  dengan   yang  lain.   Sensivitas   setiap   bakteri   patogen terhadap  suatu antibakteri harus  diuji  dengan berbagai  konsentrasi untuk menentukan tingkat konsentrasi yang menyebabkan pertumbuhan bakteri tersebut terhambat atau mati. Dengan pengujian tersebut dapat diketahui  apakah bakteri  tersebut  masih sensitif atau telah resisten terhadap suatu antibiotika. Uji itu berguna untuk menentukan pengobatan yang adekuat terhadap bakteri patogen penyebab  penyakit  infeksi.  Pengujian  tersebut  biasanya  dilakukan secara  in  vitro  dengan menggunakan  metode  difusi  cakram  atau dengan cara dilusi (Tim Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya, 2003).

Berdasarkan uji pendahuluan yang telah dilakukan dengan menggunakan getah jarak cina (Jatropha multifida L.) pada konsentrasi 60%, 70%, 80%, 90% dan 100% dapat berfungsi sebagai antibakteri terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus dan Streptococcus mutans.

Berdasarkan latar belakang tersebut, peneliti tertarik untuk melakukan  suatu penelitian tentang  “Daya  Antibakteri  Getah  Jarak Cina (Jatropha multifida L.) Terhadap Pertumbuhan Staphylococcus aureus dan Streptococus mutans Secara In Vitro“.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, maka penulis merumuskan masalah sebagai berikut: Apakah ada daya antibakteri  getah jarak cina (Jatropha multifida L.) terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus dan Streptococcus mutans?

    Baca selengkapnya »

===================================================
Ingin memiliki Skripsi/Tesis versi lengkapnya? Hubungi Kami.
===================================================

Judul terkait:

Layanan Referensi & Konsultan Skripsi Tesis & Disertasi   No.HP.0819.0405.1059  Home: (0274) 9553376