Did You Know? Because metal was scarce, the Oscars given out during World War II were made of wood.

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pembangunan kesehatan dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Dalam kerangka mencapai tujuan tersebut, pembangunan kesehatan dilaksanakan secara sistematis dan berkesinambungan (Depkes, 2007).

Pembangunan kesehatan diwujudkan dengan menyediakan berbagai sarana kesehatan, diantara sarana kesehatan tersebut antara lain laboratorium kesehatan. Laboratorium kesehatan adalah sarana kesehatan yang melaksanakan pengukuran, penetapan dan pengujian terhadap bahan yang berasal dari manusia atau bahan yang bukan berasal dari manusia untuk penentuan jenis penyakit, penyebab penyakit, kondisi kesehatan dan faktor yang dapat berpengaruh terhadap kesehatan perorangan masyarakat (Konradus, 2006).

Laboratorium Kesehatan merupakan suatu institusi dengan jumlah petugas kesehatan dan non kesehatan yang cukup besar. Menyadari bahwa petugas kesehatan merupakan modal utama pembangunan yang sangat penting, maka Pemerintah melindungi kesehatan dan keselamatan kerja setiap tenaga kerja termasuk petugas kesehatan (Erna, 2008).

Pelaksanaan K3 adalah salah satu upaya untuk menciptakan tempat kerja yang aman sehat, bebas dari kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja yang pada akhirnya dapat meningkatkan efisensi dan produktifitas kerja Kompleksitas pekerjaan di laboratorium kesehatan memiliki resiko yang tidak ringan bagi petugas, baik petugas medis maupun nonmedis. Bahkan laboratorium kesehatan merupakan salah satu unit kerja yang beresiko sangat tinggi mengalami kecelakan kerja atau tertular penyakit akibat kerja (Depkes, 2008).

Menurut Suma’mur (1995) bahwa untuk mencegah kecelakaan kerja atau tertularnya penyakit akibat kerja salah satunya dilakukan dengan penggunaan APD secara tepat. APD adalah suatu alat / pengaman yang berguna untuk melindungi atau meminimalisir kecelakaan yang terjadi.

APD bukanlah alat yang nyaman apabila dikenakan tetapi fungsi dari alat ini sangatlah besar karena dapat mencegah penyakit akibat kerja ataupun kecelakaan pada waktu kerja. Pemakaian APD masih memerlukan penyesuai diri yang sesuai akan mengurangi kemungkinan terjadi kecelakaan atau luka-luka dan juga mencegah penyakit akibat kerja yang akan diderita beberapa tahun kemudian (Anizar, 2009).

Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Sardjito Yogyakarta merupakan rumah sakit pendidikan tipe B, yang berada di ibukota Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan merupakan rumah sakit rujukan DIY dan Jawa Tengah Selatan. RSUP Dr. Sardjito memiliki tiga laboratorium klinik, salah satunya adalah Laboratorium Klinik Wijaya Kusuma.

Menurut Heru (2010) pada dasarnya petugas laboratorium sudah mengetahui fungsi APD serta hal-hal yang dapat menimbulkan kecelakaan kerja. Namun pada kenyataannya masih banyak petugas laboratorium yang masih belum menggunaan APD pada saat melakukan pekerjaan.

Permasalahan yang ada di Laboratorium Klinik Wijaya Kusuma RSUP Dr. Sardjito adalah ketidakdisiplinan petugas terhadap prosedur tetap K3 dalam APD saat melakukan pekerjaan. Misalnya, ada beberapa petugas yang tidak menggunakan jas laboratorium, sarung tangan, dan masker pada saat pengambilan sampel, pemprosesan dan pemeriksaan sampel sampai pengelolaan limbah sampel. Proses ini tentu saja akan membahayakan petugas dari penularan dan infeksi penyakit sampai terpapar bahan kimia berbahaya. Berdasarkan permasalahan tersebut, peneliti tertarik untuk melakukan evaluasi tingkat kesadaran bahwa seberapa pentingnya APD terhadap K3 pada petugas laboratorium klinik Wijaya Kusuma di RSUP Dr. Sardjito.

Keterangan: Bagi yang berminat untuk memiliki versi lengkap judul diatas dalam format Msword hubungi ke nomor:

HP. 0819 0405 1059/ 0812 2701 6999/ 0888 9119 100 atau Telp.0274-9553376. Skripsi Rp300rb, Tesis Rp500rb. Layanan ini bersifat sebagai referensi dan bahan pembelajaran. Kami tidak mendukung plagiatisme. Jika belum jelas, jangan ragu telepon kami :)

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang diuraikan diatas, maka dirumuskan suatu masalah yaitu bagaimana tingkat kesadaran petugas laboratorium wijaya kusuma di RSUP Dr. Sardjito bahwa seberapa pentingnya APD terhadap K3 ?

C. Tujuan Penelitian

1. Tujuan Umum

Untuk mengetahui tingkat kesadaran seberapa pentingnya APD terhadap K3 pada petugas laboratorium Wijaya Kusuma di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta.

2. Tujuan Khusus

  1. Mengetahui penerapan APD di laboratorium Wijaya Kusuma RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta.
  2. Mengetahui program K3 di laboratorium Wijaya Kusuma RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta.

D. Manfaat Penelitian

Manfaat yang diharapkan dari hasil penelitian ini adalah :

1.      Bagi rumah sakit :

  1. Memberikan masukan kepada pihak manajemen rumah sakit dalam upaya meningkatkan sarana/prasarana APD demi  K3  petugas medis.
  2. Meningkatkan mutu pelayanan dan meningkatkan citra rumah sakit.

2.      Bagi petugas rumah sakit, khususnya petugas laboratorium :

  1. Meningkatkan kesadaran petugas untuk selalu menggunakan APD pada saat bekerja.
  2. Mencegah terjadinya kecelakaan akibat kerja.

3.      Bagi peneliti

  1. Mengembangkan pengetahuan bagi peneliti pada khususnya dibidang K3 laboratorium rumah sakit.
  2. Sebagai tingkat acuan kepada peneliti selanjutnya demi pengembangan dan penyempurnaan penelitian ini.

    Baca selengkapnya »

===================================================
Ingin memiliki Skripsi/Tesis versi lengkapnya? Hubungi Kami.
===================================================

Judul terkait:

Keyword:

judul skripsi k3 tentang apd (3), jurnal psikologi kesadaran k3 (1)

Layanan Referensi & Konsultan Skripsi Tesis & Disertasi   No.HP.0819.0405.1059  Home: (0274) 9553376