Did You Know? A female ferret will die if it goes into heat and cannot find a mate.

BAB I

PENDAHULUAN

A.   Latar Belakang Masalah

Infertilitas  adalah  suatu  kondisi  yang  umum,  yang  terjadi  pada  kurang lebih  13-14  % pasangan  usia  produktif.Namun  dalam  tradisi  masyarakat kita, istilah mandul (infertil) begitu menakutkan, terutama bagi wanita karena dianggap sebagai   vonis  kegagalan   fungsi  kewanitaannya   sebagai   ibu (Alam,   2007). Kegagalan  reproduksi  merupakan  satu masalah  yang  menghantui  banyak  ahli obstetrik  dan  ginekologi,  karena  adanya  insiden infertilitas  absolut atau  relatif yang mencapai 12% dari pasangan menikah di Indonesia (Prawiroharjo, 1989).

Pemeriksaan  analisa sperma pada semen pria merupakan suatu analisa lengkap  yang penting untuk pasangan  yang berkonsultasi  masalah  kesuburan. Adanya semen memungkinkan pemeriksaan langsung dari sel benih pria, memberikan informasi berharga yang tidak dapat diperoleh pada wanita. Analisa sperma meliputi  pemeriksaan  spermatozoa,  elemen  selular non  sperma  dan cairan seminal. Ketiganya memberi petunjuk tentang fungsi testikular dan kondisi saluran reproduksi pria. Masalah kesuburan yang diperkirakan 10% hingga 15% dari seluruh jumlah pasangan suami istri yang ada, bila ditelusuri setengah dari kasus-kasusnya, penyebabnya bersumber dari pihak pria. (Prawiroharjo,1989)

Hasil dari ejakulat biasanya berisi sel – sel sperma. Terdapat antara lain sel epitel gepeng dari saluran urethra dan sel leukosit. Jumlah leukosit bisa dihitung dalam sediaan basah menggunakan  hemositometer  yang sesuai. Leukosit  ada dalam kebanyakan  ejakulat manusia. Tipe leukosit yang tampak banyak adalah neutrofil. (Guyton and Hall, 1996)

Penghitungan jumlah leukosit pada analisa sperma merupakan salah satu pemeriksaan kualitas sperma yang klasik. Keberadaan leukosit pada semen ditengarai bisa memberikan informasi yang cukup bermakna dalam pemeriksaan analisa sperma. Leukosit merupakan unit aktif dari sistem pertahanan tubuh manusia. Keberadaan  leukosit dalam semen adalah hal yang fisiologis.  Dalam pemeriksaan  analisa  sperma,  leukosit  merupakan elemen  selular  non sperma. Leukosit dalam semen memiliki peranan penting dalam sistem kekebalan dan fagositik   sperma   abnormal.   Ditemukannya  leukosit   yang   meningkat   hebat jumlahnya di dalam semen berkaitan erat dengan kelainan dalam profil semen, juga merupakan indikasi adanya inflamasi atau infeksi pada saluran reproduksi. Leukosit yang meningkat jumlahnya di dalam semen hingga lebih dari 1 juta per mililiter  semen disebut  leukositospermia.  Leukositospermia  bukanlah  hal  yang luar  biasa. Dapat  terjadi  antara  5%  hingga  10%  dari  populasi,  dan  biasanya terjadi pada  20%  pria  yang  mencari  pengobatan  fertilitas.  (Guyton  and  Hall, 1996)

Keterangan: Bagi yang berminat untuk memiliki versi lengkap judul diatas dalam format Msword hubungi ke nomor:

HP. 0819 0405 1059/ 0812 2701 6999/ 0888 9119 100 atau Telp.0274-9553376. Skripsi Rp300rb, Tesis Rp500rb. Layanan ini bersifat sebagai referensi dan bahan pembelajaran. Kami tidak mendukung plagiatisme. Jika belum jelas, jangan ragu telepon kami :)

Jumlah leukosit yang meningkat berlebihan dapat mempengaruhi proses spermatogenesis dan merusak sperma yang normal sehingga dapat mempengaruhi fertilitas (kesuburan)  dari seorang  pria. Leukositospermia dapat menurunkan kualitas sperma karena mengganggu motilitas sperma dan mengakibatkan menurunnya transport dan ketahanan sperma pada saluran reproduksi wanita.

Peranan dari leukositospermia pada patogenesis infertilitas pria masih kontroversial,   meskipun  insidensi  leukositospermia   relatif  tinggi  pada kasus- kasus infertilitas.  Beberapa  penelitian  menunjukkan   bahwa tingginya jumlah leukosit   di   dalam   semen   ada   hubungannya   dengan   penurunan  motilitas, kecepatan  sperma  dan  jumlah  spermatozoa.  Sedangkan  pada penelitian  lain gagal   menemukan   korelasi,   konsentrasi   leukosit   tidak   berasosiasi   dengan penurunan kualitas sperma .

Kontroversi mengenai leukosit dan kualitas sperma mengkerucut  menjadi suatu  permasalahan   yang  utama,  yaitu  definisi  dari  leukositospermia  yang patologis dan hubungan antara jumlah leukosit dengan stress oksidatif seminal masih belum jelas. Definisi dari World Health Organization  (WHO) adalah lebih dari 1×106  lekosit/mL semen (WHO, 1997).

B.   RUMUSAN MASALAH

  1. Apakah     terdapat      hubungan      antara      jumlah     leukosit     dengan konsentrasi jumlah sperma?
  2. Apakah  terdapat  hubungan  antara  jumlah  leukosit  dengan  motilitas sperma?
  3. Apakah terdapat hubungan antara jumlah leukosit dengan morfologi sperma?

    Baca selengkapnya »

===================================================
Ingin memiliki Skripsi/Tesis versi lengkapnya? Hubungi Kami.
===================================================

Judul terkait:

Layanan Referensi & Konsultan Skripsi Tesis & Disertasi   No.HP.0819.0405.1059  Home: (0274) 9553376