Did You Know? The chance of being born on Leap Day is about 684 out of a million, or 1 in 1461.
RSS Feeds:
Posts
Comments

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Dewasa ini perkembangan dunia industri semakin maju, hal itu terbukti dengan banyaknya industri-industri baru yang mengelola berbagai macam produk. Dengan demikian kebutuhan akan faktor-faktor produksi menjadi bertambah banyak.

Kegiatan perusahaan mempunyai hubungan yang sangat erat dengan kegiatan produksi. Perusahaan mengadakan kegiatan produksi untuk memenuhi kebutuhan pasar. Untuk mengadakan kegiatan produksi harus ada fasilitas-fasilitas produksi, antara lain bahan baku, tenaga kerja, mesin, dan lain-lain. Semua fasilitas produksi itu mempunyai kapasitas yang terbatas dan membutuhkan biaya. Penggunaan fasilitas produksi yang tidak tepat akan membuat perusahaan tidak dapat mencapai target produksinya dan terjadi pemborosan biaya produksi. Perusahaan yang memproduksi bermacam-macam produk dengan menggunakan sumber daya yang sama harus mengelola fasilitas-fasilitas produksinya dengan baik. Dalam hal ini terjadi suatu masalah pengalokasian sumber yang terbatas di antara kapasitas yang bersaing.

Programa linear yang diterjemahkan dari Linear Programming (LP) adalah suatu cara untuk menyelesaikan persoalan pengalokasian sumber-sumber yang terbatas di antara beberapa aktivitas yang bersaing, dengan cara yang terbaik yang mungkin dilakukan. Programa linear ini menggunakan model matematis untuk menjelaskan persoalan yang dihadapinya. Sifat “linear” di sini memberi arti bahwa seluruh fungsi matematis dalam model ini merupakan fungsi yang linear (tidak ada yang memiliki sifat kuadratik), sedangkan kata “programa” merupakan sinonim untuk perencanaan. Dengan demikian program linear adalah perencanaan aktivitas-aktivitas untuk memperoleh suatu hasil yang optimum, yaitu suatu hasil yang mencapai tujuan terbaik di antara seluruh alternatif yang fisibel (Dimyati & Dimyati, 1994: 17).

PT BMB Ekspor merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pembuatan meubel yang memproduksi tiga famili produk, yaitu meja, kursi dan almari yang mempunyai pasar dalam dan luar negeri. Dalam hal ini masing-masing famili produk terdiri dari berbagai macam lini, yaitu untuk famili produk meja ada tiga lini meja yang diproduksi, yaitu meja kantor, meja makan dan meja tamu. Untuk famili produk kursi juga ada tiga lini produk yang diproduksi, yaitu kursi kantor, kursi makan dan kursi tamu. Untuk famili produk almari juga ada tiga lini produk yang diproduksi, yaitu almari kantor, almari makan dan almari tamu. Jadi total lini produk yang diproduksi perusahaan adalah 9 lini. Bahan baku yang digunakan dalam pembuatan produk-produk tersebut adalah kayu jati.

Dalam proses pembuatan diperlukan proses wood working, finishing dan packing. Wood working merupakan proses pembentukan kayu menjadi produk yang diinginkan (meja, kursi, almari). Kegiatan finishing meliputi pendempulan dan pengamplasan. Sedangkan kegiatan packing merupakan kegiatan pengepakan kursi yang sudah jadi untuk dikirim ke tempat tujuan.

Dari produk kursi, meja dan almari yang diproduksi digunakan bahan baku yang berbeda kuantitasnya, jam kerja yang berbeda, serta harga jual yang berbeda pula, sehingga keuntungan yang diperoleh berbeda-beda pula. Sebagai sebuah perusahaan yang berorientasi keuntungan, keinginan PT BMB adalah mendapat keuntungan sebesar-besarnya dengan biaya sekecil-kecilnya di tengah semua keterbatasan yang ada. Hal ini bisa dilakukan dengan menggunakan linear programming. Selama ini penentuan jumlah produksi perusahaan belum pernah ditentukan dengan linear programming.

Dalam menentukan jumlah produksi, dilakukan perusahaan berdasarkan peramalan dari permintaan terdahulu. Hal ini dilakukan perusahaan karena diyakini bahwa sesuatu yang berlandaskan pada sebab yang sama yang terjadi dimasa lalu akan berlanjut pada masa yang akan datang. Namun demikian ada keterbatasan dalam perusahaan mengaplikasikan semua hasil peramalan, yaitu bahan baku dan tenaga kerja yang terbatas. Oleh karena itulah perusahaan menginginkan untuk mendapatkan formulasi produksi yang dapat memberikan keuntungan yang paling besar di tengah semua keterbatasan yang ada.

Berdasarkan uraian di atas, penulis tertarik untuk mengetahui jumlah kursi, meja dan almari yang sebaiknya diproduksi perusahaan dalam rangka mendapat keuntungan yang optimal. Oleh karena itu dilakukan penelitian yang berjudul Penentuan Kombinasi Jumlah Produk yang Optimal dengan Linear Programming (Studi Kasus pada PT BMB Export Yogyakarta).

1.2. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah di atas dirumuskan masalah sebagai berikut:

  1. Bagaimana kombinasi produksi kursi, meja dan almari yang dapat memberikan keuntungan yang optimal dengan menggunakan linear programming pada PT BMB Export?
  2. Bagaimana analisis sensitivitas yang dihasilkan dalam perhitungan?
  3. Bagaimana shadow price yang dihasilkan dalam perhitungan?

1.3. Batasan Masalah

  1. Agar penelitian yang dilakukan dapat menghasilkan penelitian yang fokus dan akurat, maka diberikan batasan masalah sebagai berikut:
  2. Data yang digunakan untuk peramalan permintaan adalah data penjualan perusahaan tahun 1999-2003.
  3. Penelitian dibatasi hanya pada produk yang mempergunakan sumber daya yang sejenis, karena tujuan dari penelitian ini adalah untuk memanfaatkan seoptimal mungkin semua sumber daya yang bersaing sehingga dapat menghasilkan keuntungan yang optimal.

1.4. Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah:

  1. Mendapatkan kombinasi produksi kursi, meja dan almari yang dapat memberikan keuntungan yang optimal di tengah keterbatasan sumber daya yang ada, dengan menggunakan linear programming pada PT BMB Export Yogyakarta.
  2. Mendapatkan hasil analisis sensitivitas dan shadow price yang dapat digunakan untuk membantu memutuskan kombinasi produksi yang terbaik bagi perusahaan.

1.5. Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian ini adalah:

  1. Mampu memanfaatkan semaksimal mungkin sumber daya yang terbatas secara tepat.
  2. Mendapatkan keuntungan yang optimal dari kegiatan produksi yang dilakukan perusahaan.

1.6. Penelitian Terdahulu

Holder (2001) dalam penelitiannya membuat sebuah model linear programming dari masalah maksimasi keuntungan yang ingin dicapai. Perusahaan yang ditelitinya adalah sebuah perusahaan minyak goreng yang ingin mengoptimalkan keuntungan dengan memperhitungkan bahan baku, pembelian yang harus dilakukannya, penggunaan perusahaan dan kapasitas gudang yang tersedia untuk menampung bahan baku dan barang jadi. Dalam model yang dibuatnya untuk mencapai tujuan tersebut, digunakan model maksimasi keuntungan.

Nemheuser (2000) mengadakan penelitian mengenai cara perumusan constraint dalam sebuah kasus linear programming. Dalam tulisannya yang berjudul Constraint Classification for Mixed Integer Programming Formulations didapatkan cara-cara untuk merumuskan constraint dalam berbagai kondisi yang dihadapi peneliti. Mengapa Nemheuser tertarik untuk meneliti masalah perumusan constraint, karena menurutnya dalam formulasi masalah menggunakan linear programming, penentuan constraint sangat besar pengaruhnya pada keberhasilan perhitungan. Jika salah tanda atau salah menentukan fungsi constraint maka akan berakibat sangat fatal, yaitu didapatnya hasil perhitungan yang salah. Sehingga jika hasil perhitungan itu diterapkan ke dalam dunia nyata, maka akan mengakibatkan kerugian bagi perusahaan dimana formulasi itu diterapkan.

1.7. Sistematika Penulisan

Sistematika tesis dibagi menjadi lima bab, yang terdiri dari:

BAB I PENDAHULUAN

Bab ini memuat latar belakang masalah, perumusan masalah, batasan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, dan sistematika penulisan.

BAB II LANDASAN TEORI

Bab ini memuat teori-teori yang berhubungan dengan penelitian. Teori-teori tersebut diantaranya tentang peramalan dan analisis linear programming sebagai teknik penentuan jumlah produksi yang memberikan keuntungan yang optimal.

BAB III METODE PENELITIAN

Bab ini memuat uraian tentang lokasi penelitian, materi penelitian,

cara penelitian, pengumpulan data-data yang akan dikaji, cara analisis yang digunakan dan bagan alur penelitian.

BAB IV ANALISIS DATA

Bab ini memuat data-data hasil penelitian, yang berupa data yang dikumpulkan dan analisisnya, antara lain data penjualan, data peramalan penjualan, serta pengolahan data menggunakan linear programming.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

Bab ini memuat kesimpulan dan saran. Kesimpulan tentang hasil

pengumpulan dan pengolahan data serta pembahasan dan saran-saran bagi perusahaan.


    Baca selengkapnya »

===================================================
Ingin memiliki Skripsi/Tesis versi lengkapnya? Hubungi Kami.
===================================================

Keterangan: Skripsi-Tesis yang ada di situs ini adalah contoh dari bagian dalam skripsi atau Tesis saja. Bagi yang berminat untuk memiliki versi lengkap dalam format Softcopy hubungi ke nomor HP. 081904051059 atau Telp.0274-7400200. Skripsi Rp300rb, Tesis Rp500rb. Layanan ini bersifat sebagai referensi dan bahan pembelajaran. Kami tidak mendukung plagiatisme.

Judul terkait:

Keyword:

linear programming (225), linear programing (70), linear programming adalah (31), kombinasi produk (24), pengertian linear (17), pengertian shadow price (14), kombinasi produksi (13), makalah program linear (12), makalah program linier (12), pengertian shadow prices (11)

Layanan Referensi & Konsultan Skripsi Tesis & Disertasi   No.HP.0819.0405.1059  Home: (0274) 7400200