Did You Know? Right-handed people live, on average, nine years longer than left-handed people.
RSS Feeds:
Posts
Comments

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Pseudomonas aeruginosa, merupakan bakteri patogen paling penting dari genus Pseudomonas. Hal ini mengacu pada jumlah dan tipe infeksi, serta angka kesakitan dan angka kematian yang ditimbulkannya. Penyakit yang ditimbulkan bakteri ini dapat sangat bervariasi dari penyakit yang bersifat superficial hingga sepsis (Murray et  al, 1995).

Habitat primer Pseudomonas aeruginosa adalah lingkungan. Bakteri ini dapat ditemukan di air, tanah, dan berbagai jenis tumbuhan, juga dapat diisolasi dari tenggorokan dan feses pada 2-10 % orang sehat (Ryan, 1994). Organisme ini dapat diisolasi dari berbagai sumber seperti bak cuci, larutan antiseptik, dan obat-obatan cair di rumah sakit (Braunwald et al, 1991).

Pseudomonas aeruginosa merupakan salah satu penyebab infeksi nosokomial yang paling sering, meliputi infeksi saluran pernapasan, saluran kencing, luka terbuka, dan luka bakar. Bakteri ini mampu bertahan hidup lebih baik daripada bakteri lainnya pada lingkungan yang tidak mendukung. Penggunaan antibiotika yang tidak rasional dalam menangani infeksi bakteri ini dapat menyebabkan peningkatan efek samping obat dan resistensi bakteri (Murray et al, 1995).

Pseudomonas aeruginosa adalah salah satu bakteri Gram negatif yang bersifat resisten terhadap berbagai macam antibiotika seperti penisilin, ampisilin, kloramfenikol, sefalotin, tetrasiklin, sulfonamida, dan aminoglikosida generasi awal (streptomisin, kanamisin) (Ryan, 1994). Infeksi akibat bakteri tersebut sebaiknya tidak diterapi dengan obat tunggal sebab tingkat keberhasilannya rendah. Kepekaan bakteri ini terhadap antibiotika bervariasi secara geografis, sehingga uji kepekaan kuman perlu dilakukan sebelum terapi (Jawetz et al, 1989).

Penggunaan antibiotika untuk mengatasi penyakit infeksi tidak sepenuhnya menyelesaikan masalah kesehatan. Antibiotika yang digunakan secara tidak tepat dapat menimbulkan berbagai efek negatif. Hal ini mendorong dilakukannya penelitian untuk menggunakan bahan-bahan alami yang dipandang memiliki potensi untuk mengatasi penyakit infeksi dengan efek negatif minimal, misalnya propolis.

Propolis adalah suatu bahan  alami yang dihasilkan lebah sebagai bahan perekat untuk membangun sarangnya. Propolis merupakan bahan resin yang dikumpulkan lebah dari poplar (kayu pepohonan) atau dedaunan dan bunga muda tumbuhan tertentu pada musim tertentu. Propolis telah digunakan selama ribuan tahun dalam pengobatan tradisional (Walji, 2001).

Komposisi propolis terutama adalah resin dan balsam 45-55%, lilin 7,55-35%, minyak essensial 5-10%, asam lemak 5%, pollen 5%, senyawa organik dan mineral lainnya 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa propolis berpotensi sebagai bahan antibiotika baru dan juga memiliki berbagai aktivitas seperti anestesi, imunostimulan, hepatoprotektor, antiinflamasi, karsinostatik (Farre et al, 2004).

Berbagai referensi menunjukkan bahwa propolis memiliki daya antibakteri yang berbeda-beda berdasarkan daerah asalnya. Hal ini dapat disebabkan oleh variasi komposisi kimiawi propolis yang tergantung pada jenis tumbuhan daerah propolis itu berasal (Ugur and Arslan, 2004). Penelitian terhadap propolis yang berasal dari Indonesia sangat diperlukan untuk menambah referensi mengenai daya antibakteri propolis. Menurut salah satu pedagang madu di Yogyakarta, masih banyak propolis yang belum dimanfaatkan oleh para peternak lebah kebanyakan oleh mereka propolis hanya dibuang.

Uraian di atas mendasari penelitian ini yang bertujuan untuk mengetahui apakah ekstrak propolis memiliki pengaruh sebagai antibakteri terhadap daya hambat pertumbuhan bakteri Pseudomonas aeruginosa.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, maka dapat ditarik rumusan masalah sebagai berikut :

  1. Adakah pengaruh berbagai konsentrasi ektrak propolis terhadap daya hambat pertumbuhan bakteri Pseudomonas aeruginosa?
  2. Berapa besar rerata daya antibakteri yang dimiliki masing-masing konsentrasi ekstrak propolis terhadap daya hambat pertumbuhan  bakteri Pseudomonas aeruginosa?
  3. Berapa besar pengaruh (%) ekstrak propolis sebagai antibakteri terhadap Pseudomonas aeruginosa?
  4. Pada konsentrasi berapakah ekstrak propolis paling efektif sebagai antibakteri?

    Baca selengkapnya »

===================================================
Ingin memiliki Skripsi/Tesis versi lengkapnya? Hubungi Kami.
===================================================

Keterangan: Skripsi-Tesis yang ada di situs ini adalah contoh dari bagian dalam skripsi atau Tesis saja. Bagi yang berminat untuk memiliki versi lengkap dalam format Softcopy hubungi ke nomor HP. 081904051059 atau Telp.0274-7400200. Skripsi Rp300rb, Tesis Rp500rb. Layanan ini bersifat sebagai referensi dan bahan pembelajaran. Kami tidak mendukung plagiatisme.

Judul terkait:

Keyword:

skrip pseudomonas aeruginosa (1)

Layanan Pencarian Data dan Penyedia Referensi Skripsi Tesis   No.HP.0819.0405.1059  Home: (0274) 7400200