Did You Know? Major contributor to Delhi's air pollution are vehicles.

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Infeksi Saluran Kemih (ISK) sering terjadi dan menyerang manusia tanpa memandang usia, terutama wanita. Secara mikrobiologi; infeksi saluran kemih dinyatakan ada jika terdapat bakteriuria yang bermakna (ditemukan mikroorganisme pathogen 105/ml pada kemih aliran tengah yang dikumpulkan secara benar) (Price dan Wilson, 1995).

Hasil analisis urin penderita infeksi saluran kemih seringkali  ditemukan leukosuria (ditemukannya leukosit dalam urin). Dinyatakan positif jika terdapat 5 atau lebih leukosit (sel darah putih) per lapangan pandang dalam sedimen urin.

Hasil pemeriksaan laboratorium yang tepat merupakan penunjang yang dapat diandalkan bagi penegakan diagnosis dan penentuan prognosis suatu penyakit. Jaminan tersebut dapat diberikan dengan memperhatikan beberapa ketentuan, dimulai dari persiapan alat, persiapan tempat pengambilan, cara pengambilan sampel, tindakan sesudah pengambilan sampel, dan penanganan atau pemrosesan sampel yang telah diambil. Perhatian yang kurang akan hal ini dapat menyebabkan penegakan diagnosis yang salah dan berakibat keputusan tindakan terapi yang tidak tepat yang tentunya sangat merugikan pasien (Ratnaningsih da Setyawati, 2003).

Di RSUP Dr. Sardjito, pengiriman spesimen urin rawat inap yang dilakukan oleh perawat seringkali mengalami keterlambatan, sehingga terjadi penundaan pemeriksaan. Hal ini terjadi pada waktu pergantian shif jaga, dimana petugas jaga sebelumnya harus memberikan laporan mengenai seluruh kegiatan yang telah dilakukan dan rencana kegiatan yang telah dilakukan dan rencana kegiatan yang akan dilakukan, seperti pemberian obat, cairan infus, pengambilan spesimen untuk pemeriksaan laboratorium, pembersihan luka, dan lain-lain.

Keterangan: Bagi yang berminat untuk memiliki versi lengkap judul diatas dalam format Msword hubungi ke nomor:

HP. 0819 0405 1059/ 0812 2701 6999/ 0888 9119 100 atau Telp.0274-9553376. Skripsi Rp300rb, Tesis Rp500rb. Layanan ini bersifat sebagai referensi dan bahan pembelajaran. Kami tidak mendukung plagiatisme. Jika belum jelas, jangan ragu telepon kami :)

Penundaan antara berkemih dan urinalisis akan mengurangi validitas hasil; analisis harus dilakukan tidak lebih dari 4 jam setelah pengambilan sampel. Unsur-unsur berbentuk di urin (sedimen) mulai mengalami kerusakan dalam 2 jam (Sacher dan McPherson, 2004)

Berdasarkan latar belakang di atas penulis tertarik untuk membuktikan seberapa besar pengaruh pendiaman urin penderita Infeksi Saluran Kemih pada suhu kamar terhadap jumlah sedimen leukosit di RSUP Dr. Sardjito. Dalam penelitian ini penulis membatasi lama pendiaman, yaitu 2 jam, 3 jam, dan 4 jam.

B. Rumusan Masalah

Apakah ada pengaruh lama pendiaman urin penderita Infeksi Saluran Kemih pada suhu kamar  terhadap jumlah sedimen leukosit di RSUP Dr. Sardjito?

    Baca selengkapnya »

===================================================
Ingin memiliki Skripsi/Tesis versi lengkapnya? Hubungi Kami.
===================================================

Judul terkait:

Keyword:

pengaruh lama penundaan pemeriksaan urin terhadap jumlah leukosit (1)

Layanan Referensi & Konsultan Skripsi Tesis & Disertasi   No.HP.0819.0405.1059  Home: (0274) 9553376