Did You Know? In ancient Egypt, priests plucked EVERY hair from their bodies, including their eyebrows and eyelashes.

BAB I

PENDAHULUAN

 

A.  Latar Belakang

Perusahaan merupakan suatu unit kegiatan produksi yang mengelola sumber-sumber ekonomi untuk menyediakan barang dan jasa bagi masyarakat dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan dan dapat memuaskan kebutuhan masyarakat. Perusahaan bertugas mengolah sumber-sumber ekonomi atau sering disebut faktor-faktor produksi. Melalui pengolahan sumber-sumber ekonomi itulah perusahaan mendapatkan keuntungan.

Di pasar modal dikenal jenis perusahaan manufaktur dan non manufaktur. Perkembangan perusahaan dalam industri manufaktur di Indonesia baik dalam jumlah maupun ukuran usaha membawa implikasi pada persaingan antar perusahaan yang semakin tinggi. Perusahaan dituntut untuk mempertahankan dan bahkan meningkatkan kinerjanya agar tetap bertahan dalam masa krisis dan persaingan yang semakin ketat.

Untuk mengetahui keberhasilan suatu perusahaan lazim digunakan ukuran kinerja keuangan perusahaan. Hal ini dikarenakan jika kinerja keuangan sudah mewakili kemajuan atau kemunduran suatu perusahaan. Dalam mengukur kinerja keuangan, dapat digunakan rasio keuangan.

Kinerja perusahaan pada akhir periode dievaluasi untuk mengetahui perkembangan perusahaan. Proses evaluasi memerlukan standar tertentu sebagai dasar perbandingan. Standar yang digunakan dapat bersifat internal atau eksternal. Standar internal pada umumnya mengacu pada perbandingan kinerja perusahaan saat ini dengan periode sebelumnya. Standar eksternal mengacu pada competitive benchmarking yang merupakan proses perbandingan kinerja perusahaan dengan perusahaan lain dimana nilai rasio perusahaan dibandingkan dengan pesaing utama atau kelompok pesaing (Sundjaja dan Barlian, 2002:104). Pendekatan competitive benchmarking harus dilakukan secara hati-hati agar hasil evaluasi kinerja perusahaan dapat digunakan untuk membantu manajemen dalam melihat kemajuan perusahaan secara relatif dibanding perusahaan pesaing.

Evaluasi kinerja perusahaan dengan mengacu pada standar eksternal melalui competitive benchmarking memberikan gagasan untuk mengembangkan analisis keuangan perusahaan individual dengan mempertimbangkan rasio industri (Lukas S. Atmaja, 2001:417). Hal ini dilakukan dengan mengukur rasio keuangan perusahaan tersebut dan dibandingkan dengan rasio keuangan industri. Rasio industri dalam penelitian ini disebut sebagai rasio keuangan.

Analisis kinerja keuangan perusahaan individual dengan menggunakan pendekatan industri relevan dalam persaingan industri, karena kinerja perusahaan tidak hanya dipengaruhi kegiatan internalnya tapi juga dipengaruhi faktor eksternal. Kemampuan perusahaan dalam mempertahankan posisinya dalam persaingan industri dapat berpengaruh terhadap kinerja perusahaan yang bersangkutan.

Salah satu indikator penting dalam persaingan industri adalah daya tarik bisnis (business attractiveness). Indikator daya tarik tersebut dapat diukur dari profitabilitas industri. Profitabilitas merupakan kemampuan suatu perusahaan untuk menghasilkan laba. Investor dan kreditor berkepentingan mengevaluasi kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba saat ini maupun dimasa yang akan datang. Semakin tinggi rasio ini akan menarik pendatang baru untuk masuk dalam industri (Woefel,1995). Demikian juga sebaliknya, apabila profitabilitas industri cenderung turun, akan menyebabkan tidak menarik bagi pendatang baru, atau bahkan ditinggalkan oleh investor.

Indikator lain dalam persaingan industri adalah posisi relatif perusahaan dalam persaingan industri. Indikator posisi perusahaan dalam persaingan industri dapat diukur dari pangsa pasar (market share). Semakin tinggi pangsa pasar mencerminkan kekuatan perusahaan dalam persaingan pasar. Semakin tinggi pangsa pasar atau semakin tinggi penjualan relatif perusahaan dalam industri berarti semakin tinggi penerimaan perusahaan yang merupakan komponen penting dalam perhitungan laba.

Keterangan: Bagi yang berminat untuk memiliki versi lengkap judul diatas dalam format Msword hubungi ke nomor:

HP. 0819 0405 1059/ 0812 2701 6999/ 0888 9119 100 atau Telp.0274-9553376. Skripsi Rp300rb, Tesis Rp500rb. Layanan ini bersifat sebagai referensi dan bahan pembelajaran. Kami tidak mendukung plagiatisme. Jika belum jelas, jangan ragu telepon kami :)

Dalam persaingan industri, hal penting lain yang perlu diperhatikan adalah tingkat hambatan keluar masuk industri (barrier to entry). Hal ini diukur dengan menggunakan rasio intensitas modal. Semakin tinggi rasio ini menjadi semakin tidak menarik bagi pendatang baru untuk masuk industri karena dibutuhkan lebih banyak asset untuk menghasilkan setiap unit penjualan.

Rasio lain yang mempengaruhi profitabilitas perusahaan adalah rasio leverage keuangan. Rasio ini menunjukkan  risiko finansial yang dihadapi perusahaan. Rasio ini muncul apabila perusahaan menggunakan utang sebagai salah satu komponen struktur modal perusahaan. Dalam hal ini kreditor akan melihat modal sendiri perusahaan, atau dana yang disediakan pemilik untuk menentukan besarnya margin pengaman (margin of safety). Jika pemilik menyediakan dana sebagian kecil dari seluruh pembiayaan, maka risiko perusahaan ditanggung oleh para kreditor. Dengan adanya komponen modal yang berasal dari utang, pemilik akan memperoleh manfaat berupa keuntungan yang diperoleh dari pertambahan modal, tetapi di sisi lain pemilik harus membayar bunga utang. Jika perusahaan memperoleh hasil yang lebih besar dari dana yang dipinjam dari pada yang harus dibayar sebagai bunga, maka hasil pengembalian untuk para pemilik akan meningkat.

Dalam hal ini pangsa pasar, rasio leverage dan rasio intensitas modal secara sepintas terlihat mempunyai pengaruh terhadap profitabilitas perusahaan. Khusus untuk industri automotive, faktor rasio intensitas modal dapat diwakili oleh industri ini. Hal ini dikarenakan untuk masuk ke industri ini membutuhkan modal yang besar. Oleh karena itu objek penelitian ini adalah perusahaan manufaktur industri automotive. Hasil penelitian dituangkan dalam karya berbentuk skripsi berjudul “PENGARUH PANGSA PASAR, RASIO LEVERAGE DAN RASIO INTENSITAS MODAL TERHADAP PROFITABILITAS PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG GO-PUBLIC DI bursa efek Jakarta”.

 

B. Batasan Masalah

Untuk lebih memfokuskan pada permasalahan yang akan diteliti maka dalam penelitian ini diberikan batasan-batasan sebagai berikut:

  1. Penelitian ini hanya terbatas pada Januari 2002 sampai dengan Desember 2006.
  2. Penelitian ini hanya meneliti pada perusahaan manufaktur industri automotive yang go-public di Bursa Efek Jakarta.
  3. Penelitian ini masalah akan dibatasi pada pangsa pasar, rasio leverage dan rasio intensitas modal yang diduga berpengaruh terhadap profitabilitas perusahaan manufaktur yang go-public di Bursa Efek Jakarta.

 

C.  Perumusan Masalah

Adapun permasalahan yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah:

  1. Apakah pangsa pasar berpengaruh positif terhadap profitabilitas perusahaan manufaktur yang go-public di Bursa Efek Jakarta?
  2. Apakah rasio leverage berpengaruh negatif terhadap profitabilitas perusahaan manufaktur yang go-public di Bursa Efek Jakarta?
  3. Apakah intensitas modal berpengaruh negatif terhadap profitabilitas perusahaan manufaktur yang go-public di Bursa Efek Jakarta?

 

D. Tujuan Penelitian           

Tujuan dari penelitian ini sebagai berikut:

  1. Untuk mengetahui apakah pangsa pasar berpengaruh positif terhadap profitabilitas perusahaan manufaktur yang go-public di Bursa Efek Jakarta.
  2. Untuk mengetahui apakah rasio leverage berpengaruh negatif terhadap profitabilitas perusahaan manufaktur yang go-public di Bursa Efek Jakarta.
  3. Untuk mengetahui apakah intensitas modal berpengaruh negatif terhadap profitabilitas perusahaan manufaktur yang go-public di Bursa Efek Jakarta.

 

E.  Manfaat Penelitian

Sesuai dengan judul penelitian “Pengaruh Pangsa Pasar, Rasio Leverage dan Rasio Intensitas Modal Terhadap Profitabilitas Perusahaan”, penelitian ini diharapkan memberikan dua manfaat utama yaitu:

  1. Manfaat bagi pengembangan ilmu

Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai pengembangan ilmu bagi semua pihak, baik dalam bidang akuntansi maupun dalam bidang keuangan.

  1. Manfaat operasional

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran dan informasi serta bukti empiris mengenai pengaruh pangsa pasar, rasio leverage dan rasio intensitas modal terhadap profitabilitas perusahaan, serta sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan bagi investor, kreditor dan pihak-pihak yang berkepentingan.

    Baca selengkapnya »

===================================================
Ingin memiliki Skripsi/Tesis versi lengkapnya? Hubungi Kami.
===================================================

Judul terkait:

Keyword:

pangsa pasar adalah (64), rasio leverage (44), PENGERTIAN PANGSA PASAR (35), pengaruh pesaing baru masuk pasar terhadap nilai perusahaan (16), leverage adalah (15), standar rasio industri (14), apa itu pangsa pasar (13), profitabilitas perusahaan (12), pengaruh leverage terhadap nilai perusahaan (11)

Layanan Referensi & Konsultan Skripsi Tesis & Disertasi   No.HP.0819.0405.1059  Home: (0274) 9553376