Did You Know? The flea can jump 350 times its body length. It's like a human jumping the length of a football field.

BAB I

PENDHULUAN

A.    Latar Belakang

Susu merupakan bahan makanan yang mengandung gizi lengkap dan dijadikan penyempurna menu makanan yang bergizi tinggi. Manfaat susu merupakan hasil dari interaksi molekul-molekul yang   terkandung di dalamnya. Kondisi zat gizi yang baik pada susu dapat memberikan peluang bagi mikroorganisme seperti bakteri untuk tumbuh dan berkembang biak di dalamnya.

Pertumbuhan mikroba memerlukan zat makanan yang baik seperti yang terkandung dalam susu.  Oleh karena itu susu dapat menjadi  media yang paling baik bagi pertumbuhan mikroba. Mikroorganisme yang mencemari susu akan tumbuh dengan baik apabila berada di lingkungan yang sesuai, seperti keadaan anaerob, suhu, kelembaban, dan pH. Menurut Standar Nasional Indonesia  (SNI) tahun 1998, jumlah cemaran bakteri total sekitar 1 X 106 CFU / ml. Pada SNI tahun 2000 dikatakan kandungan maksimal untuk bakteri total pada susu pasteurisasi adalah kurang dari 3 x 104  CFU / ml. Kandungan bakteri akibat kontaminasi akan bertambah sejalan dengan pertambahan waktu. Kandungan bakteri tersebut di dalam air susu segar kurang dari 1.000 bakteri tiap milliliter dan selama produksi akan diperoleh lebih dari 1.000.000 bakteri per milliliter air susu (Robinson, 1990).  Adanya kontaminasi tersebut menyebabkan kerusakan pada kualitas susu sehingga tidak layak untuk dikonsumsi.

Susu mudah sekali mengalami kerusakan terutama oleh mikroba. Dalam keadaan normal, susu hanya bertahan maksimal   dua    jam   setelah pemerahan  tanpa  mengalami  kerusakan  maupun   penurunan  kualitas. Namun,  dapat  pula terjadi kerusakan susu kurang  dari  dua  jam  setelah pemerahan. Hal ini disebabkan tidak terjaganya kebersihan ternaknya terutama ambing pada waktu pemerahan berlangsung. Mikroorganisme yang berkembang di dalam susu selain menyebabkan susu menjadi rusak juga membahayakan kesehatan konsumen. Daya simpan susu yang menjadi singkat karena kerusakan susu akan mempengaruhi pendapatan produsen susu.

Untuk mencegah kontaminasi mikroba, susu segar dapat diolah terlebih dahulu dengan beberapa cara, salah satunya dengan cara pasteurisasi. Pasteurisasi secara tradisional dilakukan dengan cara memanaskan susu dengan suhu 60o  sampai 85o  Celcius selama 30 menit. Suhu pemanasan dibawah titik didih susu bertujuan untuk menjaga kandungan zat baik di dalamnya agar tidak hilang dan rusak.

Keterangan: Bagi yang berminat untuk memiliki versi lengkap judul diatas dalam format Msword hubungi ke nomor:

HP. 0819 0405 1059/ 0812 2701 6999/ 0888 9119 100 atau Telp.0274-9553376. Skripsi Rp300rb, Tesis Rp500rb. Layanan ini bersifat sebagai referensi dan bahan pembelajaran. Kami tidak mendukung plagiatisme. Jika belum jelas, jangan ragu telepon kami :)

Tidak seperti teknik pengolahan susu segar lainnya, teknik pengolahan susu  dengan  cara  pasteurisasi  tidak  mematikan  semua  mikroorganisme hidup  baik  patogen  maupun  yang  menguntungkan.  Beberapa  bakteri vegetatif yang tahan panas (termofil) dan spora tahan proses pasteurisasi. Pasteurisasi hanya mengurangi mikroorganisme hidup sehingga tidak lagi berisiko menimbulkan    penyakit.    Setelah    pasteurisasi,    produk    harus didinginkan dengan cepat untuk mencegah pertumbuhan bakteri yang masih hidup (Fardiaz, 1992).

Susu yang telah dipasteurisasi dan disimpan dalam lemari es dapat bertahan selama satu minggu atau lebih. Namun, lama kelamaan terjadi juga kerusakan susu oleh mikroorganisme, ditandai dengan adanya perubahan rasa dan bau yang ditimbulkan oleh produk-produk metabolik bakteri psikrofilik. Pada suhu tinggi, yang menimbulkan masalah ialah termofil. Misalnya, Bacillus stearothermophilus tumbuh pada suhu 65oC, yaitu diatas suhu pasteurisasi (Pelczar dan Chan, 1988).

Dilihat dari uraian diatas, mikroorganisme masih memiliki peluang untuk berkembang di dalamnya. Untuk    itu,  perlu    diketahui    tentang    cara pengelolaan  dan  penyimpanan  produk  susu  pasteurisasi  yang  baik  agar tidak merugikan kesehatan bagi masyarakat maupun produsen pruduk susu pasteurisasi.

B.   Rumusan Masalah

Dari uraian latar belakang di atas di dapat rumusan masalah sebagai berikut :  Apakah terdapat pengaruh waktu penyimpanan susu pasteurisasi pada refrigerator terhadap perubahan angka kuman ?

    Baca selengkapnya »

===================================================
Ingin memiliki Skripsi/Tesis versi lengkapnya? Hubungi Kami.
===================================================

Judul terkait:

Layanan Referensi & Konsultan Skripsi Tesis & Disertasi   No.HP.0819.0405.1059  Home: (0274) 9553376