Did You Know? The vacuum cleaner which could be converted to a hair dryer by attaching a hose to the exhaust.
RSS Feeds:
Posts
Comments

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Perusahaan daerah memainkan peranan penting dalam menghasilkan pendapatan bagi daerah. Perusahaan daerah memberikan kontribusi bagi pengembangan perekonomian daerah melalui kegiatan produksi barang atau jasa. Perusahaan daerah juga memiliki peran penting dalam proses alokasi sumber daya yang bersifat strategis bagi masyarakat. Proses alokasi yang dimaksud dilakukan perusahaan daerah dengan cara mendistribusikan sumber daya alam yang diperoleh dari daerah yang satu kepada daerah yang lain dalam proses operasi perusahaan.
Perusahaan daerah sebagaimana layaknya perusahaan pada umumnya ditujukan untuk mendapatkan keuntungan (profit oriented). Keuntungan yang diperoleh tersebut merupakan salah satu sumber pendapatan asli daerah yang ditujukan untuk membiayai pembangunan di daerah. Dengan cara ini perusahaan daerah mempunyai kontribusi yang sangat besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah. Oleh karena itulah banyak daerah yang mengandalkan perusahaan daerah sebagai salah satu sumber pemasukan daerahnya.

Akan tetapi perusahaan daerah bukan tidak mungkin tidak berhasil mencapai apa yang telah ditetapkan. Layaknya sebuah perusahaan pada umumnya, perusahaan daerah dapat mengalami kerugian. Kerugian ini dapat disebabkan oleh buruknya pengelolaan perusahaan daerah karena dilakukan tanpa memperhatikan prinsip-prinsip GCG (good corporate governance) yang ada, antara lain prinsip kewajaran (fairness), transparansi dan akuntabilitas dalam transaksi bisnis. Selain itu kerugian juga dapat disebabkan karena tidak berfungsinya sistem perencanaan dan pengendalian internal terutama karena kurang berperannya Komisaris sebagai pengawas, tidak efektifnya pengelolaan perusahaan daerah, rendahnya integritas Direksi, kegagalan proyek penting, dan pembiayaan hutang yang berlebihan. Selain itu yang tidak kalah penting, salah satu penyebab kegagalan perusahaan daerah adalah adanya KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme) dalam pelaksanaan operasional perusahaan. Praktek KKN jelas sangat bertentangan dengan prinsip-prinsip GCG dan sangat potensial dalam memberikan kehancuran pada perusahaan daerah.

Perusahaan Daerah Berdikari merupakan salah satu perusahaan daerah (BUMD/Badan Usaha Milik Daerah) di Kabupaten Bulungan Kalimantan Timur. Perusahaan Daerah Berdikari bergerak di bidang Perdagangan Umum. Jenis usaha yang ditangani perusahaan, antara lain air minum, pembuatan minyak kelapa, penggilingan padi, perbengkelan mobil, perhotelan, pasar, penggergajian kayu, perkapalan/pengangkutan sungai, peragenan minyak, penampungan/perdagangan hasil hutan/laut, dan lain-lain yang dapat memupuk pendapatan dan memberi jasa serta kemanfaatan umum (Pasal 5 Perda No. 9-PD/DPRDGR/1965). Dilihat dari jumlah usaha yang dilakukan oleh Perusahaan Berdikari maka dapat diperkirakan bahwa perusahaan ini memiliki potensi pemasukan yang sangat besar. Perusahaan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi peningkatan pendapatan asli daerah Kabupaten Bulungan.

Akan tetapi praktek di lapangan membuktikan bahwa Perusahaan Daerah Berdikari dari awal berdirinya pada tahun 1965 sampai sekarang, belum pernah mengalami keuntungan. Bahkan modal usaha yang diberikan pemerintah daerah Kabupaten Bulungan selalu habis dan menjadi hutang perusahaan. Penelitian awal yang dilakukan di Perusahaan Daerah ini menunjukkan ada indikasi terjadinya penyimpangan prinsip-prinsip GCG dalam pengelolaan perusahaan.

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, penulis tertarik untuk meneliti tentang pelaksanaan prinsip-prinsip good corporate governance pada Perusahaan Daerah Berdikari di Kabupaten Bulungan. Untuk mendapatkan hasil penelitian yang komprehensif, sebelumnya akan dilakukan penilaian pelaksanaan prinsip-prinsip GCG di Perusahaan Daerah Berdikari dengan menggunakan sistem self assessment yang berupa kuesioner yang diperoleh dari FCGI (Forum for Corporate Governance in Indonesia). Hasil penelitian akan dituliskan dalam sebuah tesis.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah di atas dirumuskan masalah sebagai berikut:

  1. Bagaimana pelaksanaan prinsip-prinsip good corporate governance pada Perusahaan Daerah Berdikari di Kabupaten Bulungan?
  2. Bagaimana kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan prinsip-prinsip good corporate governance pada Perusahaan Daerah Berdikari di Kabupaten Bulungan dan cara mengatasinya?

C. Keaslian Penelitian

Berdasarkan inventarisir hasil penelitian yang pernah ada di Perusahaan Daerah Berdikari maupun di berbagai universitas di Indonesia, sepanjang pengetahuan penulis belum pernah ada penelitian mengenai Penilaian Prinsip-prinsip Good Corporate Governance dalam Pengelolaan Perusahaan Daerah Berdikari di Kabupaten Bulungan.

D. Tujuan Penelitian

Tujuan yang ingin dicapai adalah untuk mencari jawaban dari permasalahan yang dihadapi, yaitu:

  1. Untuk mengetahui pelaksanaan prinsip-prinsip good corporate governance pada Perusahaan Daerah Berdikari di Kabupaten Bulungan.
  2. Untuk mengetahui kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan prinsip-prinsip good corporate governance pada Perusahaan Daerah Berdikari di Kabupaten Bulungan dan cara mengatasinya.

E. Kegunaan Penelitian

1. Kegunaan Praktis

Penelitian ini dapat dijadikan masukan bagi Perusahaan Daerah Berdikari dalam memperbaiki manajemen pengelolaan perusahaan sehingga sesuai dengan prinsip-prinsip good corporate governance. Dengan pengelolaan sesuai prinsip-prinsip good corporate governance perusahaan akan mendapatkan sumber penyebab kerugian yang selama ini dialami perusahaan.

2. Kegunaan Teoritis

Hasil penelitian ini merupakan pengembangan teori good corporate governance, khususnya dalam pelaksanaan penilaian prinsip-prinsip good corporate governance melalui sistem self assessment yang dapat membantu mendeteksi baik buruknya pelaksanaan prinsip-prinsip good corporate governance dalam suatu perusahaan.

F. Sistematika Penulisan

Dalam penulisan tesis ini sistematika penulisan yang akan digunakan adalah sebagai berikut:
Bab I Pendahuluan, bab ini memuat alasan ketertarikan terhadap topik yang diteliti, masalah yang akan dibahas, dan manfaat yang diperoleh dari penelitian. Bab II Tinjauan Pustaka, memuat teori-teori yang berkaitan dengan good corporate government. Teori-teori ini akan digunakan dalam penyelesaian permasalahan yang telah dirumuskan.
Bab III Metode Penelitian, menguraikan tentang cara-cara yang akan ditempuh untuk melaksanakan penelitian sehingga dapat dicapai tujuan penelitian. Bab IV Analisis Data, menguraikan tentang hasil-hasil penelitian di lapangan beserta pembahasannya. Bab V yang merupakan Bab Penutup memuat kesimpulan hasil penelitian serta saran-saran kepada pihak-pihak terkait.

    Baca selengkapnya »

===================================================
Ingin memiliki Skripsi/Tesis versi lengkapnya? Hubungi Kami.
===================================================

Keterangan: Skripsi-Tesis yang ada di situs ini adalah contoh dari bagian dalam skripsi atau Tesis saja. Bagi yang berminat untuk memiliki versi lengkap dalam format Softcopy hubungi ke nomor HP. 081904051059 atau Telp.0274-7400200. Skripsi Rp300rb, Tesis Rp500rb. Layanan ini bersifat sebagai referensi dan bahan pembelajaran. Kami tidak mendukung plagiatisme.

Judul terkait:

Keyword:

good corporate governance (296), teori good governance (103), makalah good governance (100), good corporate governance adalah (67), prinsip-prinsip good governance (48), artikel good corporate governance (43), contoh makalah good governance (34), makalah good corporate governance (32), prinsip good corporate governance (28), arti Good Corporate Governance (28)

Layanan Pencarian Data dan Penyedia Referensi Skripsi Tesis   No.HP.0819.0405.1059  Home: (0274) 7400200