Did You Know? The human heart creates enough pressure when it pumps out to the body to squirt blood 30 feet.
RSS Feeds:
Posts
Comments

BAB I

PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang Masalah

Kemerdekaan yang dinikmati hari ini, tidak dapat dipisahkan dari pengorbanan nyawa para pahlawan. Kemerdekaan merupakan buah tulus dari semangat rela berkorban dari para pahlawan (Edy Soekamto, 2009: 10). Melalui perjuangan dan pengorbanan para pahlawan, kemerdekaan dan berbagai keberhasilan Bangsa Indonesia dapat dirasakan. Bangsa ini merdeka, karena para pahlawan berjuang keras, pantang menyerah, berani berkorban harta benda, bahkan nyawa untuk mengusir penjajah sampai Indonesia merdeka.

Kemerdekaan Indonesia tidak dicapai dengan mudah. Ratusan bahkan ribuan pahlawan mati di medan perang. Namun semua itu tidak menyurutkan semangat pahlawan yang lain untuk terus memperjuangkan kemerdekaan. Pepatah mati satu tumbuh seribu, patah tumbuh hilang berganti benar – benar dapat dirasakan dalam diri para pahlawan.

Jasa para pahlawan tidak boleh dilupakan. Nilai dan hakikat perjuangan mereka harus terus tertanam dalam sanubari setiap generasi bangsa ini dari waktu ke waktu. Tidak boleh ada satu detik pun dari sejarah panjang bangsa ini yang di dalamnya tidak terkandung pancaran semangat dari para perjuangan dan pendiri bangsa. Dewasa ini hal tersebut penting untuk menggelorakan semangat mengisi kemerdekaan yang telah direbut dengan susah payah.

Dalam masa kemerdekaan, yang perlu dilestarikan dari semangat para pejuang adalah nilai – nilai luhur perjuangan yang sangat relevan untuk terus dihidupkan di jaman sekarang. Semangat pantang menyerah, rela berkorban, serta mengutamakan kepentingan negara di atas kepentingan pribadi dan golongan. Nilai – nilai itu sekarang ini sudah banyak yang luntur, digantikan oleh sikap masa bodoh, mengutamakan kepentingan pribadi, dan sikap mau menang sendiri. Semua itu akan membahayakan generasi sekarang dan yang akan datang, jika tidak segera dihentikan.

Salah satu cara untuk menghidupkan kembali nilai – nilai luhur yang dimiliki para pahlawan adalah melakukan napak tilas perjuangan mereka, mempelajari dan menulis kembali perjuangan yang telah dilakukan para pahlawan, serta menjadikannya sebagai pemandu untuk terus maju ke depan, mewujudkan cita – cita kemerdekaan.

Salah seorang pejuang kemerdekaan yang patut diteladani adalah Sutan Syahrir. Syahrir patut dijadikan teladan karena berkat perjuangannya di jalur diplomasi, kemerdekaan Indonesia mendapat pengakuan internasional. Bagi suatu bangsa pengakuan kedaulatan adalah merupakan hal yang utama dan pertama harus diperoleh. Tanpa pengakuan kedaulatan, tidak ada suatu bangsa.

Tercatat banyak peristiwa yang menjadi catatan sejarah mengenai sepak terjang Syahrir. Peristiwa – peristiwa itu antara lain dorongan Syahrir kepada Soekarno – Hatta untuk segera memproklamirkan kemerdekaan Indonesia, sesaat setelah Syahrir mendengar berita penyerahan Jepang terhadap tentara Sekutu. Akan tetapi Soekarno – Hatta menolak, dengan alasan bahwa Indonesia akan menunggu penyerahan kemerdekaan dari Jepang. Hal ini terjadi karena Soekarno – Hatta ingin konsisten dengan janji Jepang terhadap Indonesia. Namun Syahrir memprediksi bahwa semua janji Jepang itu tidak akan terwujud, sehingga mendesak untuk memanfaatkan situasi yang sedang genting itu untuk memproklamirkan kemerdekaan Indonesia. Untuk meyakinkan Soekarno – Hatta dan mengisolasi mereka dari pengaruh Jepang, maka orang – orang Syahrir menculik Soekarno – Hatta ke Rengasdengklok (G. Moedjanto, 1989: 87).

Akhirnya Soekarno – Hatta memproklamirkan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Sejak saat itu berdirilah Negara Indonesia dengan Soekarno sebagai Presiden dan Mohammad Hatta sebagi Wakil Presiden. Setelah Indonesia merdeka, bukan berarti perjuangan telah selesai. Tantangan datang dari tentara Belanda yang ingin kembali menguasai Indonesia. Pertempuran demi pertempuran terjadi dengan tentara Belanda yang membonceng Sekutu. Kekuatan rakyat Indonesia yang pada saat itu belum memiliki tentara, menjadikan perjuangan fisik semata akan sangat berat. Oleh karena itu atas inisiatif Syahrir, Indonesia menempuh jalur diplomasi untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Melalui jalur diplomasi inilah, untuk pertama kali kemerdekaan Indonesia diakui. Hal itu terjadi melalui Perjanjian Linggarjati. Walaupun wilayah Indonesia yang diakui hanya terbatas pada wilayah Jawa, Sumatera, dan Madura, yang hanya sebagian kecil saja dari wilayah Indonesia, namun adanya pengakuan kedaulatan Indonesia atas wilayah – wilayah tersebut merupakan titik terang perjuangan Indonesia dalam mendapatkan kemerdekaan yang dicita – citakan.

Setelah Indonesia merdeka dan mendapatkan pengakuan kedaulatan, perjuangan mengisi kemerdekaan sama beratnya dengan perjuangan merebut kemerdekaan. Banyaknya pendapat yang berbeda dari para petinggi politik di tanah air, membuat Kabinet yang dibentuk jatuh bangun, termasuk Kabinet Syahrir.

Peristiwa – peristiwa sejarah dalam perjuangan Syahrir menarik minat penulis untuk menuliskannya dalam sebuah karya ilmiah. Melalui tulisan ini Penulis memaparkan perjuangan Syahrir dalam karya berjudul Peran Sutan Syahrir pada Awal Terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

B.  Batasan Masalah

Sebelum masuk pada pembahasan masalah, perlu dijelaskan pokok – pokok persoalan yang ada pada makalah ini agar diperoleh satu kesatuan penafsiran, sehingga perlu diberikan pembatasan – pembatasan masalah. Lingkup masalah dimulai sejak masa kanak – kanak, masa pendidikan dan lingkungan keluarga Sutan Syahrir. Diuraikan pula perjuangan Syahrir pada masa prakemerdekaan sampai awal kemerdekaan, yaitu tahun 1943 – 1955.  Adapun batasan masalah makalah ini adalah sebagai berikut:

  1. Kehidupan Sutan Syahrir sejak masa kanak – kanak sampai  meninggalnya

serta   keadaan   keluarganya   yang   menceritakan   mengenai   ayah,  ibu,

saudara, istri dan anaknya.

  1. Peran Sutan Syahrir semasa prakemerdekaan yang menguraikan tentang perjuangan Syahrir – Soekarno – Hatta dalam merebut kemerdekaan, semangat anti Jepang Syahrir yang membuatnya tidak mau bekerja sama dengan Jepang, serta peristiwa pda detik – detik terakhir Proklamasi yang diwarnai oleh penculikan Soekarno – Hatta oleh Syahrir dan kawan – kawan agar mau memproklamirkan kemerdekaan Indonesia.
  2. Peran Sutan Syahrir semasa awal kemerdekaan yang menguraikan mengenai ide Syahrir tentang sistem multi partai, peran Syahrir sebagai Perdana Menteri pertama, dan perjuangan pengakuan kedaulatan yang dilakukan Syahir melalui jalur diplomasi.

C.  Rumusan Masalah

Berdasarkan  latar   belakang   masalah  di  atas,  dirumuskan masalah – masalah sebagai berikut:

1.      Bagaimana riwayat hidup Sutan Syahrir?

2.      Bagaimana peran Sutan Syahrir semasa prakemerdekaan?

3.      Bagaimana peran Sutan Syahrir semasa awal kemerdekaan?

    Baca selengkapnya »

===================================================
Ingin memiliki Skripsi/Tesis versi lengkapnya? Hubungi Kami.
===================================================

Keterangan: Skripsi-Tesis yang ada di situs ini adalah contoh dari bagian dalam skripsi atau Tesis saja. Bagi yang berminat untuk memiliki versi lengkap dalam format Softcopy hubungi ke nomor HP. 081904051059 atau Telp.0274-7400200. Skripsi Rp300rb, Tesis Rp500rb. Layanan ini bersifat sebagai referensi dan bahan pembelajaran. Kami tidak mendukung plagiatisme.

Judul terkait:

Keyword:

peran sutan syahrir (26), sutan syahrir (23), peran sutan syahrir dalam proklamasi (13)

Layanan Pencarian Data dan Penyedia Referensi Skripsi Tesis   No.HP.0819.0405.1059  Home: (0274) 7400200