Did You Know? The human heart creates enough pressure when it pumps out to the body to squirt blood 30 feet.
RSS Feeds:
Posts
Comments

BAB I

PENDAHULUAN

 

A.   Latar Belakang Masalah

Generasi muda merupakan sumber daya manusia yang potensial sehingga perlu untuk ditingkatkan dan dikembangkan dalam rangka mensukseskan program pembangunan nasional, khususnya program pelestarian sumber daya alam hayati dan ekosistemnya. Salah satu bagian dari pembangunan adalah pengolahan dan pemanfaatan sumber daya alam agar dapat dimanfaatkan secara lestari dan berkesinambungan.

Kelompok Pencinta Alam (KPA) sebagai komponen generasi muda mempunyai peranan yang sangat penting dalam menunjang program kegiatan  pelestarian alam dan lingkungan hidup. Oleh sebab itu pembinaan pencinta alam ini dipandang amat penting oleh pemerintah khususnya Departemen Kehutanan. Pembinaan kelompok pencinta alam merupakan salah satu bentuk pendidikan informal yang bertujuan meningkatkan pengetahuan para pencinta alam tentang upaya-upaya konservasi sumber daya alam, dan selanjutnya diharapkan dapat berpartisipasi dan ikut membantu menyebarluaskan upaya konservasi sumber daya alam tersebut.

Pembinaan kelompok pencinta alam juga merupakan salah satu bentuk kegiatan dalam rangka membina masyarakat untuk lebih mencintai alam dan lingkungannya. Di samping itu juga sebagai media untuk menyebarkan informasi, penyegaran dan pembahasan masalah-masalah yang berkaitan dengan upaya-upaya konservasi sumber daya alam. Sehubungan dengan hal-hal tersebut di atas maka pembinaan kelompok pencinta alam harus dikembangkan secara efektif dan berkesinambungan.

Hal ini harus disadari oleh setiap insan pencinta alam, di mana alam yang merupakan karunia Tuhan Yang Maha Esa yang berfungsi sebagai penunjang kehidupan manusia di muka bumi harus dijaga kelestariannya baik oleh generasi sekarang maupun generasi yang akan datang. Sebab apabila kerusakan alam yang terjadi sudah demikian parah, maka generasi sekarang akan merasakan penderitaan yang panjang, apalagi bagi generasi yang akan datang lebih merupakan penderitaan dan kesengsaraan belaka. Oleh karena itu maka alam yang ada saat ini merupakan titipan dari generasi yang akan datang, dan generasi sekarang bertanggungjawab atas kerusakan yang terjadi dimasa mendatang.

Di dalam Pasal 37 Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dinyatakan:

1.   Peran serta rakyat dalam konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya diarahkan dan digerakkan oleh pemerintah melalui berbagai kegiatan yang berdaya guna dan berhasil guna.

2.   Dalam mengembangkan peran serta rakyat sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), pemerintah menumbuhkan dan meningkatkan sadar konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya dikalangan rakyat melalui pendidikan dan penyuluhan.

3.   Ketentuan lebih lanjut sebagaimana dimaksud ayat (1) dan ayat (2) diatur dengan Peraturan Pemerintah.

Di dalam penjelasan pasal tersebut di atas dinyatakan peran serta rakyat dapat berupa perorangan dan kelompok masyarakat baik yang terorganisasi maupun tidak. Agar rakyat dapat berperan secara aktif dalam kegiatan konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya maka melalui kegiatan penyuluhan, pemerintah perlu mengarahkan dan menggerakkan rakyat dengan mengikutsertakan kelompok-kelompok masyarakat. Salah satu dari kelompok masyarakat yang dimaksudkan oleh pasal tersebut adalah kelompok pecinta alam yang dilakukan secara terorganisasi.

Selama ini kelompok atau perkumpulan pencinta alam lebih dikenal dalam lingkungan pemuda, khususnya para pelajar dan mahasiswa. Melalui wadah tersebut mereka melakukan kegiatan rekreasi serta mencari tantangan atau petualangan di alam bebas, kegiatan tersebut biasanya dilakukan pada hari-hari libur atau liburan semester. Kelompok pecinta alam tersebut sebagian besar anggotanya dari unsur generasi muda yang biasanya tumbuh dan berkembang secara swadaya dengan aktivitas yang berbeda-beda, sampai saat ini belum ada ketentuan yang mengatur organisasi pencinta alam baik mengenai kriteria organisasi maupun syarat-syarat pembentukannya. Karena itu organisasi pencinta alam menjadi sangat bervariasi dan kadang-kadang mudah sekali memudar atau tidak aktif sehingga pemerintah sulit untuk mengadakan monitoring dan pembinaan secara maksimal.

Dilihat dari kegiatan-kegiatan kelompok pencinta alam tampak menunjukkan bahwa sebagian besar mereka ingin kembali ke alam (back to nature), namun kurangnya pengetahuan mereka tentang konservasi menyebabkan kegiatan yang dilakukan oleh individu kadang-kadang sering bertentangan dengan makna dan arti dari kembali ke alam yang dimaksud. Oleh karena itu maka keterkaitan pelaksanaan program-program dalam kelompok pencinta alam dengan lembaga-lembaga atau instansi terkait lain pada kepentingan pelestarian tersebut pada dasarnya termasuk dalam kegiatan bina cinta alam oleh karena itu kiranya perlu dimanfaatkan dan ditingkatkan lagi sehingga menjadi program nasional yang dapat dilaksanakan secara terpadu dan berkesinambungan.

Berdasarkan pada uraian-uraian di atas, maka penulis tertarik untuk mengadakan suatu penelitian dan telaahan secara ilmiah dengan judul sebagai berikut: ”Peranan Pecinta Alam Terhadap Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati Dan Ekosistemnya”.

 

B.   Rumusan Masalah

Berdasarkan pada uraian latar belakang penelitian di atas, maka yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini adalah:

1.  Bagaimanakah kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh pecinta alam Ripala Yogyakarta dan Makumpala Untan Pontianak?

2.  Bagaimanakah peranan pecinta alam Ripala Yogyakarta dan Makumpala Untan Pontianak terhadap pelaksanaan Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya?

 


    Baca selengkapnya »

===================================================
Ingin memiliki Skripsi/Tesis versi lengkapnya? Hubungi Kami.
===================================================

Keterangan: Skripsi-Tesis yang ada di situs ini adalah contoh dari bagian dalam skripsi atau Tesis saja. Bagi yang berminat untuk memiliki versi lengkap dalam format Softcopy hubungi ke nomor HP. 081904051059 atau Telp.0274-7400200. Skripsi Rp300rb, Tesis Rp500rb. Layanan ini bersifat sebagai referensi dan bahan pembelajaran. Kami tidak mendukung plagiatisme.

Judul terkait:

Keyword:

artikel pecinta alam (78), kelompok pecinta alam (30), bina cinta alam (21), organisasi pecinta alam (13)

Layanan Referensi & Konsultan Skripsi Tesis & Disertasi   No.HP.0819.0405.1059  Home: (0274) 7400200