Did You Know? The average person laughs about 15 times a day.

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Kolesterol sudah sangat akrab di telinga sebagian besar masyarakat. Banyak masyarakat yang sering memperbincangkannya, tetapi pada umumnya hanya dihubungkan pada konotasi negatif. Selain itu, pada umumnya terdapat anggapan bahwa kelebihan kolesterol hanya berhubungan dengan makanan berlemak. Dengan alasan pemahaman ini, banyak produk makanan dan bahan makanan yang mengklaim rendah kolesterol atau bahkan bebas kolesterol untuk mendongkrak tingkat pemasarannya (Tisnadjaja, 2006).

Seperti telah lama diketahui, keperluan menjalankan seluruh fungsi tubuh seperti bergerak atau bekerja dibutuhkan energi. Energi yang diperlukan didapat dari makanan sehari-hari. Khususnya dari zat gizi, sumber tenaga berasal dari karbohidrat dan lemak. Sebagai sumber energi, lemak memberikan kalori yang paling tinggi yaitu 1 gram lemak menghasilkan 9 kalori sementara 1 gram karbohidrat menghasilkan 4 kalori (Povey, 2002).

Tubuh kita sebetulnya akan menghasilkan sendiri kolesterol yang kita perlukan. Tetapi, karena produk hewani yang kita konsumsi, menyebabkan banyak orang memiliki kelebihan kolesterol. Kadar kolesterol yang berlebihan di dalam darah merupakan penyebab utama dari penyakit jantung dan penyakit pembuluh darah. Kolesterol membentuk bekuan dan plak yang menyumbat arteri dan akhirnya memutuskan aliran darah ke jantung akan menyebabkan serangan jantung dan bila memutuskan aliran darah keotak akan menyebabkan stroke. Dengan menurunkan kadar kolesterol, bisa menghentikan pembentukan plak di dalam arteri dan menyusutkan bekuan yang sudah terbentuk (Soeharto, 2002).

Pengaturan makan sangat berperan dalam membatasi jumlah kolesterol yang masuk ke dalam tubuh. Tubuh dapat menghasilkan kolesterol yang diperlukan di dalam tubuh yaitu oleh organ hati. Dalam mengatur makan, hindari makanan yang mengandung kolesterol yaitu minyak dan lemak hewan, antara lain daging sapi, kambing, babi, kulit ayam, jerohan, otak, hati ayam, cumi, udang, kerang, kepiting, kuning telur (Heslet, 2004).

Arteriosklerosis adalah terjadi penyempitan dan pengerasan pada dinding arteri. Seseorang mempunyai resiko arteriosklerosis pada usia dini, hal ini perlu dilakukan pemeriksaan kolesterol. Dalam mengurangi resiko tersebut, dengan menurunkan kadar kolesterol darahnya. Orang yang berada pada kelompok usia 20-60 tahun harus diukur kadar kolesterol darahnya (Heslet, 2004).

Kolesterol tidak hanya berdiri sendiri tetapi kolesterol terdiri dari LDL atau disebut juga Low Density Lipoprotein, VLDL disebut juga Very Low Density Lipoprotein, Cylomicron, HDL yang disebut juga High Density Lipoprotein. Jika kadar HDL didalam darah rendah, mempunyai resiko tinggi terhadap penyakit jantung koroner. Tetapi sebaliknya jika HDL tinggi, resiko terkena penyakit jantung koroner akan rendah, ini disebabkan kearena HDL berfungsi untuk menggangkut kelebihan kolesterol menuju ke liver untuk diproses dan dibuang bersama cairan empedu (Kusnawidjaja,1993).

Keterangan: Bagi yang berminat untuk memiliki versi lengkap judul diatas dalam format Msword hubungi ke nomor:

HP. 0819 0405 1059/ 0812 2701 6999/ 0888 9119 100 atau Telp.0274-9553376. Skripsi Rp300rb, Tesis Rp500rb. Layanan ini bersifat sebagai referensi dan bahan pembelajaran. Kami tidak mendukung plagiatisme. Jika belum jelas, jangan ragu telepon kami :)

Sebagian besar kolesterol dalam darah dibawa oleh LDL walaupun yang dibawa HDL jumlahnya sedikit, itu cukup berarti bagi tubuh. Karena itu kadar kolesterol sangat penting untuk dikontrol. Metode yang dipercaya, mudah dan sesuai untuk HDL kolesterol, sangat diperlukan dalam pemeriksaan laboratorium (Soeharto, 2002).

Kolesterol dewasa ini sudah tidak asing lagi dipendengaran masyarakat. Banyak yang mengeluh mengenai tingginya kolesterol yang terdapat pada makanan yang kita konsumsi setiap harinya. Secara umum kolesterol dapat membahayakan tubuh. Bila terdapat dalam jumlah yang terlalu banyak didalam darah dapat membentuk endapan pada dinding pembuluh darah sehingga menyebabkan penyempitan pembuluh darah. Hal ini yang menyebebkan masyarakat ingin mengetahui kadar kolesterol yang terdapat didalam darahnya, karena itu hampir semua laboratorium saat ini menggunakan metode enzimatik untuk mendiagnosa kadar kolesterol. Reagaen dalam metode enzimarik dapat digunakan digunakan reagen kemasan berupa reagen kit yang berbentuk kemasan siap pakai dan bila reagen tersebut habis bisa digunakan reagen konvensional yang komposisinya sama dengan reagen kemasan. Kelebihan reagen kemasan yaitu reagen siap pakai, kualitas terjamin, mudah dan cepat. Sedangkan kelemahan reagen konvensional yaitu masih harus dibuat sendiri dan perlu distandarisasi.

B. Rumusan masalah

Apakah ada perbedaan kadar kolesterol total metode enzimatik (CHOD-PAP) menggunakan reagen kemasan dan reagen konvensional.

    Baca selengkapnya »

===================================================
Ingin memiliki Skripsi/Tesis versi lengkapnya? Hubungi Kami.
===================================================

Judul terkait:

Keyword:

isi reagen chod pap (1), kekurangan pemeriksaan koleterol metode chod (1), metode enzimatik adalah (1), pemeriksaan kolesterol metode enzimatik (1), penetapan kadar kolesteeol menggunakan reagen kit (1), reagen kit kolesterol terdiri dari (1)

Layanan Referensi & Konsultan Skripsi Tesis & Disertasi   No.HP.0819.0405.1059  Home: (0274) 9553376