Did You Know? On a Canadian two dollar bill, the flag flying over the Parliament buildings is an American flag.

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Ureum dan kreatinin adalah dua macam metabolit yang paling sesuai untuk menetapkan klirens secara terandal. Akan tetapi ureum bukan indeks untuk fungsi glomerulus yang ideal karena banyak peristiwa di luar ginjal berpengaruh terhadap kadarnya dalam plasma. Kadar itu meningkat karena ada perombakan protein yang berlebihan, seperti didapat pada perdarahan, renjatan, trauma, sepsis atau tumor dan juga terjadi bila makanan sangat banyak mengandung protein. Karena ada cara cermat untuk mengukur kreatinin, maka pada umumnya tes urea klirens sudah diganti oleh tes kreatinin klirens (Widmann, 1989).

Kreatinin adalah salah satu tes faal ginjal untuk mengukur fungsi ekskresi ginjal dan filtrasi glomerolus. Kreatinin merupakan hasil akhir nitrogen dari metabolisme protein normal yang diekskresi dalam kemih. Suatu kenaikan kecil kadar kreatinin darah merupakan tanda kerusakan fungsi ginjal. Menurunnya kegiatan ginjal mengakibatkan kenaikan hasil akhir metabolisme protein dalam darah yaitu kreatinin dan ureum (Anonim, 1985).

Kreatinin adalah hasil perombakan kreatin, semacam senyawa berisi nitrogen yang terutama ada dalam otot. Kreatinin dibentuk dalam tubuh dari kreatin lendogerus metabolisme otot dan hanya dibuat oleh ginjal. Enzim kreatin fosfokinase (CPK/ Creatine Phosphokinase) melakukan fosforilasi kreatin menjadi suatu senyawa fosfat kaya energi yang ikut serta dalam reaksi-reaksi yang memerlukan energi. Dalam satu individu tertentu, banyaknya kreatinin yang dihasilkan dari perombakan kreatin cenderung tetap sama. Kreatinin yang telah terbentuk ini tidak dapat diubah menjadi kreatin lagi (Widmann, 1989).

Kreatinin merupakan produk akhir dari metabolisme kreatin. Kreatin disintesis di hepar dan pankreas. Kreatinin adalah suatu molekul kecil yang akan didifusikan ke dalam aliran darah tetapi pada akhirnya ia akan dipekatkan dalam urin dan diekskresi (Sonnenwirth dan Jarret, 1980).

Kreatinin pertama disaring tidak diabsorbsi, mungkin disekresi oleh tubulus ginjal ketika aliran darah meningkat sampai fungsi ginjal kembali normal. Kadar kreatinin diatas 2-5 mg/dl diinterpretasikan sebagai sumber kerusakan ginjal yang berat (Blick, 1985).

Nilai rujukan yang dipakai untuk kadar kreatinin diambil dari pedoman kerja kimia klinik Diagnosa Merck, yaitu untuk laki-laki 0,5-1,1 mg/dl atau 44,0-97,0 mmol/L (Diagnosa Merck). Nilai rujukan kadar kreatinin normal darah yang diperoleh dari text book adalah 0,6-1,3 mg/dl (Widmann, 1989) dan 0,6-1,3 mg/dl (Blick, 1985).

Banyaknya kreatinin yang diproduksi dan diekskresikan berbanding sejajar dengan massa otot. Pada pria banyaknya kreatinin biasanya lebih besar dibandingkan dengan wanita. Pada orang yang melakukan aktifitas-aktifitas berlebih (atlet) yang berotot kekar juga ditemukan kadar kreatinin yang lebih tinggi dari pada orang yang bukan atlet (Widmann, 1989).

Pemeriksaan kreatinin lebih stabil dan tidak dipengaruhi oleh aktifitas fisik dan diet sebagai indeks fungsi ginjal. Kreatinin merupakan zat sisa metabolisme kreatin yang sudah tidak dapat dimanfaatkan lagi oleh tubuh, sehingga kreatin yang telah diubah menjadi kreatinin akan dibuang melalui urin. Walaupun sebagai zat sisa kadar kreatinin dalam darah dapat dimanfaatkan untuk mengetahui fungsi ginjal. Kadar kreatinin darah yang tinggi tidak akan mendatangkan efek langsung bagi tubuh, namun jika kadarnya tinggi dapat dipastikan adanya penurunan fugsi ginjal. Hal itu berarti ginjal sudah tidak dapat menyaring zat-zat racun sehingga zat-zat racun yang tidak dapat dikeluarkan dari tubuh itu yang akan meracuni tubuh kita.

Keterangan: Bagi yang berminat untuk memiliki versi lengkap judul diatas dalam format Msword hubungi ke nomor:

HP. 0819 0405 1059/ 0812 2701 6999/ 0888 9119 100 atau Telp.0274-9553376. Skripsi Rp300rb, Tesis Rp500rb. Layanan ini bersifat sebagai referensi dan bahan pembelajaran. Kami tidak mendukung plagiatisme. Jika belum jelas, jangan ragu telepon kami :)

Upaya kesehatan olahraga adalah upaya kesehatan yang memanfaatkan aktifitas fisik dan atau olahraga untuk meningkatkan derajat kesehatan. Aktifitas fisik dan atau olahraga merupakan sebagian kebutuhan pokok dalam kehidupan sehari-hari karena dapat meningkatkan kebugaran yang diperlukan dalam melakukan tugasnya (http://pbprimaciptautama.blogspot.com). Jika olahraga yang kita lakukan dengan baik dan benar dalam porsi dan prosedur latihan yang pas, baik yang secara langsung maupun tidak langsung, akan membawa hasil postif bagi kesehatan fisik juga psikis bagi pelakunya (http://duniaolahraga.com).

Saat ini olahraga fitness menjadi trend bagi semua orang, bahkan untuk wanita. Olahraga ini dimaksudkan untuk memperoleh bentuk tubuh yang diinginkan dengan melakukan latihan-latihan yang disediakan. Latihan-latihan ini merupakan rangkaian kegiatan yang dapat menambah massa otot (Anonim, 2009). Sehingga jika seseorang akan melakukan tes kreatinin serum/ darah hendaknya tidak melakukan latihan atau kegiatan yang berat selama 2 hari (48 jam) untuk menghindari adanya peningkatan kadar kreatinin dalam darah (http://health.yahoo.com).

Fitness merupakan kegiatan ataupun aktifitas yang membuat orang menjadi lebih bugar, dimana 3 komponen utamanya yang perlu dijalankan secara teratur, seimbang, dan konsisten: olahraga, nutrisi, dan istirahat, dimana manfaat fitness itu antara lain: memperlambat proses penuaan, meningkatkan imunitas tubuh terhadap penyakit, mencegah keropos tulang dan penyusutan tubuh pada orang-orang lansia, memperlancar peredaran darah, nutrisi, dan oksigen ke seluruh tubuh.

Dari uraian-uraian yang telah disampaikan,  pada  penelitian ini penulis meneliti ada atau tidaknya perbedaan kadar kreatinin darah sebelum dan sesudah aktifitas (olahraga), serta seberapa besar perbedaan itu.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, maka didapatkan rumusan masalah  sebagai berikut: Adakah perbedaan kadar kreatinin darah sebelum dan sesudah aktifitas (olahraga)?

    Baca selengkapnya »

===================================================
Ingin memiliki Skripsi/Tesis versi lengkapnya? Hubungi Kami.
===================================================

Judul terkait:

Keyword:

kadar kreatinin pada binaraga (1), kreatinin pada atlet (1)

Layanan Referensi & Konsultan Skripsi Tesis & Disertasi   No.HP.0819.0405.1059  Home: (0274) 9553376