Did You Know? The trouble with being the best man at a wedding is that you never get to prove it.

BAB I

PENDAHULUAN

 

A.   Latar Belakang Masalah

Salah satu bisnis yang bergerak di bidang jasa adalah perbankan. Di era globalisasi ini kompetisi antar bank menjadi sangat ketat. Hal ini dikarenakan banyak perusahaan yang bergerak dalam bidang yang sama, berada dalam pasar yang sama, dan memperebutkan nasabah yang sama. Bank yang tidak mempunyai produktivitas yang baik serta memberikan kualitas pelayanan yang terbaik tidak akan dapat bertahan di tengah persaingan yang ada.

Sebagai institusi pelayanan keuangan yang berhubungan dengan pengumpulan dan penyaluran dana (lembaga intermediary), bank harus meningkatkan produktivitasnya (Jannah, 2003). Produktivitas bank diukur berdasarkan kemampuannya dalam mengumpulkan dan menyalurkan dana kepada masyarakat. Bank yang mampu mengumpulkan dana dengan baik, akan mempunyai kesempatan untuk menyalurkan kembali dana yang dikumpulkannya itu kepada masyarakat dalam bentuk pinjaman. Dari kegiatan mengumpulkan dan menyalurkan kembali dana yang diperolehnya, bank mendapatkan keuntungan dari selisih bunga yang diberikannya kepada nasabah penabung dengan bunga yang didapatkannya dari nasabah peminjam. Melalui cara inilah bank beroperasi dan mempertahankan hidupnya.

Agar dapat melaksanakan kegiatan usahanya dengan baik, Sumber Daya Manusia (SDM) bank mempunyai peranan yang sangat besar. Walaupun bank memiliki gedung yang megah, sarana ATM yang banyak, dan juga fasilitas lain yang bagus, akan tetapi jika bank tidak memiliki sumber daya manusia yang handal, maka semua itu tidak akan ada artinya. Kemajuan sebuah bank dan juga kemampuannya dalam memenangkan kompetisi sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusianya. Oleh karena itulah bank sangat membutuhkan karyawan yang mempunyai produktivitas tinggi.

Salah satu faktor yang menentukan produktivitas karyawan adalah motivasi berprestasi. Motivasi berprestasi adalah daya penggerak yang memotivasi semangat bekerja seseorang, yang mendorong seseorang untuk mengembangkan kreativitas dan menggerakkan semua kemampuan serta energi yang dimilikinya demi mencapai prestasi kerja yang maksimal (Mc. Clelland, 1961).

Adanya motivasi berprestasi membuat seseorang mengerahkan seluruh kemampuannya untuk menjalankan semua kegiatan yang telah menjadi tugas dan tanggung jawabnya. Tugas dan tanggung jawab yang diemban oleh seorang karyawan bank sangat berat, yang ditunjukkan oleh adanya target-target tertentu yang harus dicapainya pada setiap satuan waktu. Apabila target tersebut tidak tercapai, karyawan yang bersangkutan hanya akan mendapatkan gaji pokok tetapi tidak akan mendapatkan bonus. Berdasarkan keadaan ini, dapat dilihat bahwa tingginya produktivitas karyawan juga akan menguntungkan dirinya sendiri, karena jika produktivitasnya tinggi, maka karyawan akan mendapatkan peghasilan yang lebih besar yang berasal dari bonus. Demikian juga dengan perusahaan, jika karyawan mempunyai produktivitas yang tinggi, hal ini akan sangat menguntungkan bagi perusahaan karena perusahaan akan mendapatkan keuntungan yang berasal dari spread (selisih bunga dari kredit dan tabungan nasabah). Jika dilihat dari keadaan yang sama-sama diuntungkan, baik dari segi karyawan maupun dari segi perusahaan bank, maka dapat diketahui bahwa menjaga dan meningkatkan motivasi berprestasi karyawan sangat penting untuk menjaga dan meningkatkan produktivitas karyawan.

Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan Mila, karyawan Bank BRI Unit Monjali pada tanggal 12 Mei 2005, dapat diketahui bahwa karyawan yang tidak mempunyai motivasi berprestasi yang tinggi merasa sangat tertekan dengan target-target yang harus dicapainya setiap bulannya. Ketika menjelang penilaian target bulanan karyawan merasa sangat terbebani oleh tuntutan dari bank. Karyawan merasa seakan-akan tidak mampu untuk mencapai semua target yang sudah ditetapkan. Sebaliknya ada juga karyawan yang merasa bersemangat dalam mencapai target yang telah ditetapkan. Mereka melaksanakan pekerjaan dengan tanpa mengeluh, sehingga hasilnya pun dapat lebih optimal. Karyawan yang mempunyai semangat yang tinggi dalam menyelesaikan pekerjaannya itu adalah karyawan yang mempunyai motivasi berprestasi tinggi. Berdasarkan wawancara yang dilakukan dapat diketahui bahwa secara umum hal pertama yang memotivasi karyawan untuk bekerja dengan giat adalah adanya target-target pribadi yang telah ditentukannya, antara lain target pendapatan yang harus diperolehnya dari pekerjaannya. Di lain pihak karyawan tahu, bahwa target itu hanya dapat tercapai apabila karyawan bisa merealisasikan target yang ditetapkan perusahaan dengan baik. Hal itulah yang membuat karyawan merasa sangat bersemangat dalam mengejar target-target yang sudah ditetapkan perusahaan.

Keterangan: Bagi yang berminat untuk memiliki versi lengkap judul diatas dalam format Msword hubungi ke nomor:

HP. 0819 0405 1059/ 0812 2701 6999/ 0888 9119 100 atau Telp.0274-9553376. Skripsi Rp300rb, Tesis Rp500rb. Layanan ini bersifat sebagai referensi dan bahan pembelajaran. Kami tidak mendukung plagiatisme. Jika belum jelas, jangan ragu telepon kami :)

Ada juga alasan lain yang dikemukakan karyawan yang mempunyai motivasi berprestasi tinggi, yaitu keinginan untuk tetap dapat bekerja di banklah yang membuatnya menjadi bersemangat untuk mencapai target-target yang telah ditetapkan dengan baik. Hal ini diketahui dari wawancara dengan Santi yang mempunyai status sebagai karyawan kontrak (hasil wawancara dengan karyawan BRI Unit Monjali, tanggal 2 Juni 2005).

Berdasarkan wawancara yang dilakukan dengan Mila dan Shanti di atas, diketahui bahwa ternyata kondisi awal yang diperoleh dari penelitian adalah bahwa karyawan yang mempunyai status sebagai karyawan kontrak mempunyai motivasi berprestasi yang tinggi, karena didorong oleh adanya keinginan untuk dapat diperpanjang kontrak kerjanya oleh perusahaan. Aturan main yang berlaku bagi karyawan yang berstatus sebagai karyawan kontrak adalah bahwa kontrak akan diperpanjang apabila karyawan mempunyai prestasi kerja yang tinggi. Sebaliknya apabila karyawan tidak mempunyai prestasi kerja yang tinggi, kontrak tidak akan diperpanjang.

Keadaan yang dialami karyawan kontrak berbeda dengan keadaan yang dialami karyawan tetap. Bagi karyawan tetap sudah tidak ada lagi ketakutan tidak akan diperpanjang kontrak kerjanya, karena statusnya sudah menjadi karyawan tetap. Hal ini sesuai dengan definisi karyawan tetap yaitu karyawan yang sudah mengalami pengangkatan sebagai karyawan perusahaan dan kepadanya diberikan kepastian akan keberlangsungan masa kerjanya. Di lain pihak definisi karyawan kontrak adalah karyawan yang diperbantukan untuk menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan rutin perusahaan, dan tidak ada jaminan kelangsungan masa kerjanya. Dalam hal ini kelangsungan masa kerja karyawan kontrak ditentukan oleh prestasi kerjanya. Apabila prestasi kerjanya baik, akan diperpanjang kontrak kerjanya (hasil wawancara dengan Kepala BRI Unit Monjali, tanggal 2 Juni 2005).

Dampak psikis dari ketentuan yang menyatakan masa kerja karyawan kontrak tergantung pada prestasi kerjanya adalah karyawan kontrak menjadi mempunyai motivasi berprestasi yang tinggi. Hal ini dikarenakan karyawan menginginkan untuk dapat terus bekerja dan mendapatkan pegnhasilan dari pekerjaannya. Penghasilan tersebut dipergunakan karyawan untuk mencukupi kebutuhan hidupnya dan keluarganya.

Di lain pihak, dampak psikis dari kepastian masa kerjanya sebagai karyawan tetap, membuat motivasi berprestasi karyawan tetap menjadi lebih rendah dibandingkan karyawan kontrak. Hal ini dikarenakan tanpa adanya prestasi yang tinggi pun masa kerja karyawan tetap sudah dijamin akan tetap berlangsung.

Berdasarkan uraian di atas, penulis tertarik untuk mengetahui perbedaan motivasi berprestasi karyawan kontrak dan karyawan tetap di Bank. Hal ini mendorong penulis melakukan penelitian berjudul:

PERBEDAAN MOTIVASI BERPRESTASI ANTARA KARYAWAN  KONTRAK  DAN  KARYAWAN TETAP DI PT. BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) UNIT MONJALI

 

B.  Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara empirik perbedaan motivasi berprestasi antara karyawan kontrak dan karyawan tetap pada PT. Bank Rakyat Indonesia Unit Monjali (Persero).

 

C.        Manfaat Penelitian

Manfaat yang diharapkan dalam penelitian ini adalah :

1.       Manfaat teoretis

Hasil penelitian ini dapat memperkaya khasanah ilmu pengetahuan dibidang psikologi khususnya psikologi industri serta dapat dipergunakan untuk memberikan sumbangan kajian yang mendalam tentang perbedaan motivasi berprestasi karyawan kontrak dan karyawan tetap.

2.   Manfaat praktis

Hasil penelitian ini diharapkan dapat berguna bagi karyawan bank dan dunia perbankan itu sendiri, khususnya dalam mengetahui dampak dari kebijakan penentuan status karyawan tetap dan karyawan kontrak terhadap motivasi berprestasi karyawan.

    Baca selengkapnya »

===================================================
Ingin memiliki Skripsi/Tesis versi lengkapnya? Hubungi Kami.
===================================================

Judul terkait:

Keyword:

motivasi bekerja di bank (26), WAWANCARA BRI (17), pengertian karyawan kontrak (15), Motivasi Berprestasi (12), pengertian karyawan tetap (11), pengertian pegawai kontrak (10)

Layanan Referensi & Konsultan Skripsi Tesis & Disertasi   No.HP.0819.0405.1059  Home: (0274) 9553376