Did You Know? Sails were first used by the Phoenicians around 2000 BC.
RSS Feeds:
Posts
Comments

BAB I

PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang Masalah

Sejak tahun 1945 Indonesia sudah merdeka. Kemerdekaan tersebut tidak diraih hanya dengan menjentikkan jari namun melalui berbagai perlawanan, baik dengan cara diplomasi maupun dengan pertumpahan darah. Pada masa lampau, rakyat Indonesia berjuang dengan gigih, para pahlawan bangsa bermunculan dan gugur di medan perang, baik yang berperang secara fisik maupun secara non-fisik, menguras pikiran dan tenaga mereka untuk membawa Indonesia hingga merdeka. Merdeka yang berarti bebas dari segala penjajahan, seperti yang ditulis dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.

Setelah Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya bukan berarti perjuangan telah selesai. Perjuangan dilanjutkan untuk memulihkan keamanan yang masih belum mantap dan masih rawan. Untuk itu dikeluarkanlah pengumuman oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) pada tanggal 22 Agustus 1945 tentang pembentukan Badan Keamanan Rakyat (BKR) di setiap kabupaten seluruh Indonesia (Budi Ariwibowo dalam http://-www.kolektor-sejarah.wordpress.com diakses pada tanggal 17 Mei 2010).

Peralihan kekuasaan dari pemerintah Jepang kepada Republik Indonesia membuat situasi keamanan semakin bertambah gawat. Bulan September 1945, pasukan Sekutu mulai mendarat di Indonesia dengan ‘diboncengiNederlansch Indie Civil Administratie (NICA) pimpinan Westerling. Maksud kedatangan NICA adalah untuk menguasai kembali bekas jajahannya yaitu Hindia Belanda yang setelah proklamasi disebut Indonesia. Tentu saja Bangsa Indonesia secara spontan bangkit menghadapinya dengan penuh semangat kepahlawanan. Dengan semboyan ‘Merdeka atau Mati’ dan ‘Sekali Merdeka Tetap Merdeka’ (Tri Atmo dalam http://www.purbalingga-kab.go.id diakses pada tanggal 17 Mei 2010).

Dengan semakin gawatnya situasi keamanan, pemerintah Republik Indonesia mengeluarkan pengumuman lagi tentang pembentukan Tentara Keamanan Rakyat (TKR). Pengumuman ini dikeluarkan pada tanggal 5 Oktober 1945 dan ditandatangani oleh Presiden Sukarno. Bagi Bangsa Indonesia yang baru merdeka dalam kurun waktu tahun 1945 – 1949 merupakan tahun-tahun perang kemerdekaan. Situasi keamanan di Jawa Tengah dalam kurun waktu itu bertambah gawat, setelah Sekutu mendarat di Semarang pada tanggal 19 Oktober 1945. Pada tanggal 20 Oktober 1945 di Semarang terjadi pertempuran antara pasukan TKR melawan Sekutu. Namun pasukan Sekutu yang bersenjata lengkap  dan modern waktu itu dapat menerobos terus sampai Magelang yaitu pada tanggal 26 Oktober 1945. Sejak saat itulah pecah pertempuran lagi di Magelang (Tri Atmo dalam http://www.purbalingga-kab.go.id diakses pada tanggal 17 Mei 2010).

Dengan adanya pertempuran itu, mengalirlah bantuan pasukan TKR dari berbagai daerah di Jawa Tengah ke Magelang, antara lain bantuan dari Divisi V Purwokerto di bawah Komandan Letkol Isdiman, yang kemudian bersama dengan Resimen Kedu (Magelang) di bawah Komandan Letkol Sarbini dan dibantu oleh tiga komandan batalyon masing-masing, yaitu Mayor Suryo Sumpeno, Mayor Ach. Yani dan Mayor Kusen, pasukan TKR berusaha mengalahkan pasukan Sekutu yang menduduki Magelang. Setelah terjadi pertempuran sengit, akhirnya pasukan Sekutu dengan pasukan Gurka terpukul mundur dan secara diam-diam pada tanggal 21 November malam harinya, mengundurkan diri ke Ambarawa. Dengan mundurnya pasukan Sekutu dan Gurka ke Ambarawa, maka pasukan Letkol Isdiman terus mengejar dan terjadilah pertempuran di Ambarawa. Pasukan Letkol Isdiman ini merupakan pasukan gabungan dari Purwokerto, Banyumas dan Purbalingga. Namun naas, pada tanggal 26 November 1945 Letkol Isdiman sebagai kepercayaan Kolonel Sudirman, gugur di Ambarawa akibat serangan udara Sekutu (Tri Atmo dalam http://www.purbalinggakab.go.id diakses pada tanggal 17 Mei 2010).

Setelah Letkol Isdiman gugur, maka Kolonel Sudirman selaku Panglima Besar Divisi V Purwokerto langsung terjun ke medan pertempuran di Ambarawa. Berkat pimpinan Kolonel Sudirman dalam pertempuran itu maka pasukan TKR berhasil merebut kembali kota Ambarawa. Pada tanggal 15 Desember 1945 pasukan Sekutu mundur meninggalkan Ambarawa menuju Semarang. Setelah mendapat kemenangan gemilang di pihak TKR maka pada tanggal 18 Desember 1945 Kolonel Sudirman diangkat oleh presiden RI menjadi Panglima Besar Tentara Keamanan Rakyat dengan pangkat Mayor Jenderal. Sementara Pemerintah Indonesia menetapkan nama TKR menjadi TNI (Tentara Nasional Indonesia).

Dari uraian di atas, dapat diketahui bahwa tidak sedikit kontribusi BKR terhadap perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Masih banyak lagi kontribusi BKR dalam mempertahankan kemerdekaan dan hal itu akan terus terukir dalam perjuangan mempertahankan Indonesia merdeka.

Berkaitan dengan itu, penulis tertarik untuk mengetahui lebih lanjut perjuangan BKR dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Untuk itu penulis melakukan penulisan ilmiah berjudul Perjuangan Badan Keamanan Rakyat (BKR) dalam Mempertahankan Kemerdekaan RI.

B.  Batasan Masalah

Untuk mendapatkan tulisan yang fokus dan tidak menyimpang dari tujuan penulisan ini, maka diberikan batasan masalah. Adapun batasan yang diberikan adalah berupa tahun penelitian, yaitu dari tahun 1945 – 1946. Penelitian dibatasi mulai dari tahun 1945 karena pada tahun itu, tepatnya pada tanggal 23 Agustus 1945 adalah waktu pembentukan BKR, sedangkan tahun 1946 ditetapkan sebagai batas penelitian karena pada tahun itu, BKR telah berubah menjadi TNI.

C.  Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan, dirumuskan permasalahan sebagai berikut:

a.       Faktor-faktor apa yang mendorong dibentuknya BKR?

b.       Bagaimana proses perubahan BKR menjadi TNI?

c.       Bagaimana peranan BKR dalam mempertahankan kemerdekaan RI?

    Baca selengkapnya »

===================================================
Ingin memiliki Skripsi/Tesis versi lengkapnya? Hubungi Kami.
===================================================

Keterangan: Skripsi-Tesis yang ada di situs ini adalah contoh dari bagian dalam skripsi atau Tesis saja. Bagi yang berminat untuk memiliki versi lengkap dalam format Softcopy hubungi ke nomor HP. 081904051059 atau Telp.0274-7400200. Skripsi Rp300rb, Tesis Rp500rb. Layanan ini bersifat sebagai referensi dan bahan pembelajaran. Kami tidak mendukung plagiatisme.

Judul terkait:

Keyword:

tujuan pembentukan BkR (39), tujuan dibentuknya BKR (29), badan keamanan rakyat (28), tujuan BKR (28), pembentukan BKR (26), letkol isdiman (24), sejarah BKR (21), BKR dibentuk pada tanggal (15), letkol isdiman gugur dalam pertempuran (15), alasan pembentukan BKR (14)

Layanan Pencarian Data dan Penyedia Referensi Skripsi Tesis   No.HP.0819.0405.1059  Home: (0274) 7400200