Did You Know? Cat's urine glows under a blacklight.
RSS Feeds:
Posts
Comments

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Dewasa ini hampir semua sendiri kehidupan menggunakan komputer (computerized). Komputer tidak hanya digunakan oleh kantor-kantor pemerintah, perusahaan, sekolah-sekolah, mahasiswa, tetapi juga oleh rumah tangga. Penggunaan komputer memag sangat membantu pelaksanaan pekerjaan, karena komuter dapat melakukan pekerjaan dengan cepat, tepat dan akurat. Proses perhitungan yang sangat sulit apabila dilakukan secara manual menjadi sangat mudah setelah dibantu oleh komputer. Penggunaan mesin tik yang tidak bisa dihapus apabila terjadi kesalahan, komputer dapat melakukannya dengan kemungkinan dapat dihapus. Data penduduk yang berjumlah ribuan orang, dapat dengan mudah diakses dengan menggunakan komputer. Pendek kata komputer memberikan manfaat yang sangat besar dalam kehidupan sehari-hari.
Untuk menjalankan komputer diperlukan dua perangkat, yaitu perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software). Perangkat keras adalah peralatan komputer itu sendiri yang terdai dari berbagai komponenn antara lain keyboard, monitor, CPU, printer untuk mencetak, dan lain-lain. Perangkat lunak adalah program komputer yang memungkinkan komputer untuk melaksanakan tugas sebagaimana yang diinginkan. Perangkat keras tanpa perangkat lunak tidak bisa berjalan, demikian pula perangkat lunak tanpa perangkat keras tidak bisa bermanfaat. Keduanya saling tergantung.
Program komputer sebagai software dari sebuah komputer merupakan bagian dari obyek yang dilindungi oleh hak cipta. Hal ini dapat dilihat dari ketentuan Pasal 12 UU No. 7 Th. 1987 sebagaimana diubah dengan UU No. 12 Th. 1997 sebagaimana diubah lagi dengan UU No. 19 Th. 2002 tentang Hak Cipta yang mengatur tentang perlindungan terhadap program komputer.
Seperti halnya hak cipta terhadap obyek-obyek yang lain, hak cipta terhadap program komputer merupakan hak yang absolut, artinya hak cipta program komputer hanya dimiliki oleh penciptanya, sehingga yang mempunyai hak itu dapat menuntut setiap orang yang melanggar hak ciptanya tersebut. Suatu hak yang absolut seperti hak cipta mempunyai segi balik (segi pasif), artinya bahwa setiap orang mempunyai kewajiban untuk menghormati hak tersebut (Djumhana dan Djubaedillah, 1997).
Dari segi pelaksanaan hak cipta (sebagaimana diatur dalam Pasal 2 UU No. 19 Th. 2002). Undang-Undang Hak Cipta menganut prinsip bahwa pencipta mempunyai hak eksklusif untuk melaksanakan ciptaaannya, artinya dalam kurun waktu tertentu pencipta mempunyai hak untuk melaksanakan sendiri ciptaannya atau memberi izin kepada orang lain untuk melaksanakan ciptaannya itu (Kansil, 2003). Dari prinsip hak eksklusif tersebut, maka pihak lain yang ingin ikut melaksanakan ciptaan dan mengambil manfaat ekonomi dari ciptaan itu, harus mendapatkan izin dari pencipta yang bersangkutan.
Hak cipta pada dasarnya adalah hak milik perorangan yang tidak berwujud dan timbul karena kemampuan intelektual manusia. Sebagai hak milik, hak cipta dapat pula dialihkan oleh penciptanya atau yang berhak atas ciptaan itu. Hak Cipta dapat dialihkan kepada perorangan atau kepada badan hukum. Salah satu cara pengalihan hak cipta dikenal dengan nama lisensi hak cipta atau lebih dikenal dengan nama perjanjian lisensi. Untuk membuat perjanjian lisensi maka pengalihan hak cipta harus dituangkan dalam bentuk Akte Notaris. Hal ini mengingat begitu luasnya aspek yang terjangkau oleh hak cipta sebagai hak, sehingga jika dibuat dalam bentuk akte notaris dapat ditentukan secara jelas dan tegas ruang lingkup pengalihan hak yang diberikan (Kansil, 2003).
Dalam hal ini sering kali terjadi bahwa orang tidak mengindahkan perlunya suatu lisensi untuk dapat memiliki hak cipta orang lain di bidang program komputer. Biasanya orang langsung mengcopy program komputer yang dia butuhkan tanpa melalui prosedur lisensi. Inilah yang disebut dengan pembajakan. Pembajakan dapat dilakukan baik oleh perorangan maupun badan hukum (perusahaan).
Sejak lama pembajakan terhadap program komputer telah menjadi fenomena di Indonesia. Pembajakan program dilakukan dengan menggunakan berbagai media, antara lain Disket, CD (Compaq Disk), dan sering pula dilakukan secara langsung dari komputer ke komputer dengan menggunakan kabel data. Dalam hal ini dirasakan kurang sekali perlindungan hukum yang diberikan kepada pencipta program komputer.
Memang diakui untuk melindungi program komputer dari kasus pembajakan merupakan hal yang sulit, mengingat peng-copy-an program yang merupakan bentuk pembajakan komputer dapat dilakukan dengan cepat dan tanpa meninggalkan bekas karena didukung oleh kemajuan teknologi komputer yang semakin lama semakin canggih dewasa ini. Bahkan sekarang ini orang dapat menggandakan program komputer dalam jumlah banyak (mencapai ratusan copy) hanya dalam waktu hitungan menit. Hal ini dimungkinkan oleh adanya teknologi CD duplicator.
Dewasa ini pembajakan komputer mulai diberantas. Hal ini antara lain dilakukan dengan melakukan razia-razia pada tempat-tempat yang memasarkan komputer dan kantor-kantor yang menggunakan komputer. Razia antara lain dilakukan pada toko komputer yang menjual hardware komputer. Sebagai sebuah toko komputer, toko tersebut sering kali menjual komputer dilengkapi dengan programnya, sehingga pengguna komputer dapat langsung mengaplikasikan komputernya. Untuk meng-copy program komputer ke dalam komputer pembeli, toko komputer harus mempunyai lisensi dari pemegang hak cipta program komputer. Akan tetapi seringkali pemilik toko tidak memperpanjang lisensi tersebut sehingga terjadi pelanggaran hak cipta.
Adanya fenomena seperti yang diuraikan di atas membuat Penulis tertarik untuk mengetahui lebih jauh mengenai pembajakan hak cipta di bidang program komputer oleh toko komputer. Hasil penelitian selengkapnya dari fenomena di atas akan dituangkan dalam karya ilmiah berbentuk tesis dengan judul PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP HAK CIPTA DI BIDANG PROGRAM KOMPUTER DI INDONESIA.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas dirumuskan masalah sebagai berikut:

  1. Apakah perlindungan hukum terhadap perangkat lunak komputer sudah diterapkan?
  2. Bagaimana penyelesaian hukum dalam kasus pembajakan program komputer di Indonesia?

C. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan diadakannya penelitian ini adalah:

  1. Untuk mengetahui realisasi perlindungan hukum terhadap perangkat lunak komputer.
  2. Untuk mengetahui penyelesaian hukum dalam kasus pembajakan program komputer di Indonesia.

D. Keaslian Penelitian
Soedarpo (1999) pernah melakukan penelitian dengan judul Perlindungan Hukum Hak Cipta di Bidang Program Komputer. Penelitian ini dilakukan dengan mengambil sampel toko retail komputer yang ketika menjual perangkat keras komputer juga melengkapinya dengan perangkat lunak berupa program komputer. Peneliti mengkaji tentang itikad baik pemilik toko retail komputer untuk selalu memperpanjang lisensi untuk memperbanyak program komputer yang dimilikinya. Dari hasil penelitian diketahui banyak toko retail komputer yang tidak memperpanjang lisensinya sesuai dengan jangka waktu berakhirnya lisensi. Padahal mereka selalu menggunakan program yang sudah habis lisensinya tersebut dalam penjualan komputer yang dilakukan. Hal ini merupakan bentuk pembajakan hak cipta di bidang program komputer.
Penelitian yang dilakukan di atas, hampir sama dengan penelitian yang dilakukan penulis, yaitu topik penelitian adalah pembajakan hak cipta di bidang program komputer. Akan tetapi bedanya adalah pada lokasi penelitian dan waktu penelitian.

    Baca selengkapnya »

===================================================
Ingin memiliki Skripsi/Tesis versi lengkapnya? Hubungi Kami.
===================================================

Keterangan: Skripsi-Tesis yang ada di situs ini adalah contoh dari bagian dalam skripsi atau Tesis saja. Bagi yang berminat untuk memiliki versi lengkap dalam format Softcopy hubungi ke nomor HP. 081904051059 atau Telp.0274-7400200. Skripsi Rp300rb, Tesis Rp500rb. Layanan ini bersifat sebagai referensi dan bahan pembelajaran. Kami tidak mendukung plagiatisme.

Judul terkait:

Layanan Pencarian Data dan Penyedia Referensi Skripsi Tesis   No.HP.0819.0405.1059  Home: (0274) 7400200