Did You Know? It's impossible to sneeze with your eyes open.

BAB I

PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah

Konsep ekonomi baru memperkirakan, sekarang ini konsumen mengalami perubahan perilaku. Hal ini terkait dengan kemajuan teknologi komunikasi yang berpengaruh terhadap kecepatan pelayanan. Konsumen menginginkan pelayanan yang cepat dengan menggunakan teknologi komunikasi yang ada. Bagi perusahaan yang tidak mampu menyediakan pelayanan yang cepat, akan ditinggal konsumen. Loyalitas konsumen sekarang ini menjadi sesuatu yang sangat sulit untuk dipertahankan. Hal ini membuat persaingan usaha menjadi sangat ketat. Satu-satunya hal yang dapat dilakukan perusahaan untuk mendapatkan loyalitas konsumen adalah mampu memberikan pelayanan yang berkualitas yang mampu memenuhi kebutuhan konsumen dengan memuaskan. Apabila konsumen mendapat kepuasan, maka mereka akan menjadi loyal.

Hal yang sama juga terjadi pada konsumen lembaga perbankan atau yang biasa disebut nasabah bank. Semakin banyaknya kegiatan yang harus dilakukan oleh seseorang, membuatnya membutuhkan efisiensi waktu, termasuk dalam transaksi perbankan. Untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelayanan jasa bank, bank meningkatkan kualitas pelayanan berbasis teknologi.

Adanya pemanfaatan teknologi membuat nasabah mengalami percepatan pelayanan transaksi yang dilakukannya. Pelayanan berbasis teknologi ini merupakan pelayanan mandiri (self service technology) yaitu nasabah melayani dirinya sendiri secara pribadi. Melalui pelayanan mandiri ini, nasabah tidak lagi harus antri di bank, tetapi dapat melakukan transaksi dari rumah atau dari tempat lain di manapun ia berada. Menurut Lee pelayanan mandiri menggunakan teknologi ini disebut nonhuman delivery[1].

Jenis-jenis pelayanan perbankan berbasis teknologi antara lain ATM (Automatic Teler Machine), credit card, debit card, sms banking, i-banking (internet banking), dan phone banking. Keunggulan semua fasilitas ini bagi nasabah adalah memungkinkan nasabah untuk melakukan transaksi perbankan dengan lebih cepat dan praktis. Lebih cepat karena nasabah tidak harus antri berjam-jam untuk melakukan transaksi perbankan dan terhindar dari kemacetan lalu lintas. Praktis karena transaksi dapat dilakukan dimana saja, tanpa terikat tempat dan waktu.[2]

Keunggulan pelayanan perbankan berbasis teknologi bagi bank adalah dapat menghindari biaya maintaning cost kantor-kantor cabang tradisonal. Diperkirakan setiap cabang membutuhkan biaya 12 (dua belas) kali lebih besar dibandingkan dengan transaksi elektronik. Artinya pelayanan elektronik dapat menjadi solusi untuk menekan biaya  operasional  perbankan  di  kantor cabang.[3]

Untuk memberikan pelayanan perbankan berbasis teknologi ini, pada awalnya memang memberikan beban set up cost yang sangat besar kepada bank. Akan tetapi setelah pelayanan tersebut sudah berjalan, akan memberikan pengurangan biaya yang signifikan. Menurut Hitt dan Frei penggunaan teknologi dalam pemberian pelayanan jasa perbankan, di samping memberikan penghematan biaya, juga berfungsi untuk mempertahankan pelanggan. Lebih jauh, penggunaan teknologi memungkinkan bank untuk meningkatkan daya saing baik di pasar nasional maupun internasional[4].

Perkembangan di bidang pengetahuan dan teknologi telah mendorong pula perkembangan ragam kejahatan yang dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab. Salah satu bidang yang  berkembang kejahatan modern adalah bidang perbankan. Hal ini terbukti dari munculnya kasus kejahatan perbankan pada bulan Januari hingga Februari 2008, dimana para pemegang kartu kredit Indonesia dikejutkan dengan berita Tim Reserse Polda Metro Jaya berhasil mengungkap sekaligus menangkap sejumlah anggota sindikat internasional pemalsu kartu kredit, yang jaringan kerjanya sangat rapi dan terorganisir. Pemalsuan kartu kredit ini dilakukan dengan menggunakan teknologi canggih dengan memanfaatkan teknologi komputer.[5]

Modus kejahatan perbankan lainnya adalah pemalsuan kartu-kartu yang menjadi fasilitas electronic banking seperti kartu debet dan kartu ATM. Pemalsuan dilakukan dengan modus Card Skimming (pencurian data) yang dilanjutkan dengan Penggandaan Kartu. Card skimming dilakukan dengan cara  data dalam kartu dipindahkan dengan menggunakan alat yang bernama skimmer, setelah itu dibuat kartu palsu berdasarkan data tersebut, untuk kemudian digunakan menguras uang nasabah. Peristiwa ini tentu saja sangat merugikan nasabah, sehingga nasabah meminta pihak Bank untuk mengganti kerugian tersebut.

Salah satu bank yang sudah memberi kemudahan kepada nasabahnya dengan menggunakan sistem electronic banking adalah Bank BNI (Bank Nasional Indonesia). Produk BNI yang terkenal antara lain BNI Card. BNI Card merupakan salah satu produk layanan elektronic banking Bank BNI yang ditujukan untuk memudahkan transaksi nasabah. Fungsi BNI Card adalah sebagai kartu debit dan kartu ATM. Fungsi sebagai kartu debit dan kartu ATM berada dalam satu kartu. Apabila kartu dipergunakan untuk bertransaksi di mesin ATM, maka kartu tersebut dikenal sebagai kartu ATM. Namun apabila digunakan untuk transaksi pembayaran dan pembelanjaan non-tunai dengan menggunakan mesin EDC (Electronic Data Capture), maka kartu tersebut dikenal sebagai kartu debit.[6]

Keterangan: Bagi yang berminat untuk memiliki versi lengkap judul diatas dalam format Msword hubungi ke nomor:

HP. 0819 0405 1059/ 0812 2701 6999/ 0888 9119 100 atau Telp.0274-9553376. Skripsi Rp300rb, Tesis Rp500rb. Layanan ini bersifat sebagai referensi dan bahan pembelajaran. Kami tidak mendukung plagiatisme. Jika belum jelas, jangan ragu telepon kami :)

Penggunaan BNI Card sebagai kartu debit banyak disukai nasabah, karena pembayaran belanja menggunakan BNI Card sebagai kartu debit tidak dikenakan biaya transaksi, aman (karena nasabah tidak perlu membawa uang tunai), dan mudah karena penggunaan BNI Card sebagai kartu debit tidak harus menggunakan prosedur yang berbelit-belit. Selain itu penggunaan BNI Card sebagai kartu debit juga memberi kenyamanan pada perasaan nasabah karena merasa uang yang dibelanjakan tidak harus dibayar lagi disertai bunga yang tinggi sebagaimana halnya kartu kredit. Dengan kata lain, penggunaan BNI Card sebagai kartu debit tidak membuat perasaan menjadi takut akan bayangan hutang yang harus dibayar, karena uang yang digunakan adalah uang tabungan nasabah sendiri.

Kejahatan terhadap kartu fasilitas e-banking juga mengenai pengguna BNI Card, akibatnya kenyamanan pengguna BNI Card ini sempat terganggu. Banyak nasabah BNI pengguna BNI card yang menjadi korban kejahatan tersebut. Atas kasus ini penanganannya harus dilakukan dengan hati-hati oleh pihak bank karena membawa risiko terhadap bank itu sendiri. Jika nasabah bank BNI tidak puas dengan penyelesaian yang diberikan, maka peristiwa ini akan menjadi preseden buruk bagi bank BNI dan dapat mengakibatkan nasabah pindah ke bank lain. Sebaliknya, jika BNI dapat menyelesaikan masalah ini dengan baik, maka akan menaikkan pamor BNI di mata nasabah, sehingga dapat mempertahankan nasabah yang ada, bahkan dapat menarik nasabah yang baru.

Pada dasarnya sebagai bank yang diberi kepercayaan untuk menyimpan dana dan data nasabah, maka bank BNI mempunyai kewajiban untuk menjaganya dari pihak ketiga. Hal ini sesuai dengan prinsip rahasia bank. Jika ada data  nasabah yang sampai ke pihak ketiga tanpa sepengetahuan bank dan disalahgunakan sehingga menimbulkan kerugian bagi nasabah, maka menjadi tanggung jawab bank untuk mengusut masalah tersebut, sedangkan penyelesaian atas kerugian nasabah menjadi tanggung jawab pihak ketiga yang telah menyebabkan kerugian tersebut. Namun dalam prakteknya, bank seringkali memikul semua tanggung jawab mengganti kerugian tersebut demi kenyamanan nasabah. Kenyataan ini menarik untuk diteliti, khususnya sejauh mana tanggung jawab bank terhadap kerugian tersebut serta mekanisme penyelesaian hukum yang diberikan kepada nasabah yang dirugikan akibat pelanggaran hukum pihak ketiga.

Salah satu bank yang pernah mendapatkan masalah kejahatan terhadap kartu BNI Card adalah Bank BNI Kantor Layanan Metro Lampung. Adanya masalah kejahatan terhadap nasabah pemegang kartu BNI Card ini membuat penulis tertarik untuk mengetahui bagaimana penyelesaian yang telah diambil oleh pihak Bank BNI Kantor Layanan Metro Lampung, khususnya perlindungan hukum terhadap nasabah yang menjadi korban. Oleh karena itu, penulis melakukan penelitian pada bank ini. Hasil penelitian dituliskan dalam tesis berjudul Perlindungan Hukum Terhadap Nasabah BNI Kantor Layanan Metro Lampung terhadap Kerugian Akibat Perbuatan Pihak Ketiga.

B.  Perumusan Masalah dan Ruang Lingkup

1.  Perumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka penulis dapat merumuskan permasalahan yang akan menjadi pokok pembahasan adalah:

  1. Bagaimana bentuk perlindungan hukum yang diberikan Bank terhadap nasabah yang dirugikan akibat pelanggaran hukum pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab?
  2. Bagaimana mekanisme penyelesaian hukum yang diberikan kepada nasabah yang dirugikan akibat pelanggaran hukum oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab?
  3. Faktor-faktor apa yang mempermudah dan menghambat penyelesaian hukum tersebut?

 


[1] Lee, J., “A Key to Marketing Financial Services: The Right Mix of Products, Services, Channels and Customers”, Journal of Services Marketing, Vol. 16, No. 3, 2002, pp. 238 – 258.

[2] Lee, ibid

[3] “Pedoman Pemanfaatan Internet Banking pada Bank BCA oleh Nasabah”, http://www.hukumonline.com., download tanggal 17 Oktober 2008.

[4] Hitt Lorin, M. and Frei, F., “Do Better Customers Utilize Distribution Channels”, Working Paper, Financial Institutions Center, Wharton School, 1999, pp. 1 – 43.

[5] “Sindikat Pemalsuan Kartu Kredit”, http://www.w3.org, diakses pada tanggal 12 Juli 2008.

[6] “Mengenal Kartu Debit & Kartu ATM”, Brosur Edaran Bank Indonesia.

    Baca selengkapnya »

===================================================
Ingin memiliki Skripsi/Tesis versi lengkapnya? Hubungi Kami.
===================================================

Judul terkait:

Keyword:

skripsi perlindungan hukum nasabah pengguna mesin atm (1)

Layanan Referensi & Konsultan Skripsi Tesis & Disertasi   No.HP.0819.0405.1059  Home: (0274) 9553376