Did You Know? Males, on average, think about sex every 7 seconds.

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Adanya penggunaan komputer yang dapat membantu pekerjaan manusia hanya dimungkinkan apabila ada program komputer yang lazim disebut dengan perangkat lunak (software). Dalam hal ini kecanggihan teknologi komputer tergantung dari kecanggihan software yang dipergunakan, walaupun demikian semuanya itu juga tidak terlepas dari peranan perangkat keras (hardware) yang berupa piranti komputer itu sendiri. Manusia sebagai pengguna program komputer lazim disebut sebagai pengguna (user) atau lazim juga disebut sebagai perangkat otak (brainware) karena manusia dianggap sebagai otak dari komputer (Nugroho, 1993).

Program komputer sebagai software dari sebuah komputer merupakan bagian dari obyek yang dilindungi oleh hak cipta. Hal ini dapat dilihat dari ketentuan Pasal 12 UU No. 7 Th. 1987 sebagaimana diubah dengan UU No. 12 Th. 1997 sebagaimana diubah lagi dengan UU No. 19 Th. 2002 tentang Hak Cipta yang mengatur tentang perlindungan terhadap program komputer.
Seperti halnya hak cipta terhadap obyek-obyek yang lain, hak cipta terhadap program komputer merupakan hak yang absolut, artinya hak cipta program komputer hanya dimiliki oleh penciptanya, sehingga yang mempunyai hak itu dapat menuntut setiap orang yang melanggar hak ciptanya tersebut. Suatu hak yang absolut seperti hak cipta mempunyai segi balik (segi pasif), artinya bahwa setiap orang mempunyai kewajiban untuk menghormati hak tersebut (Djumhana dan Djubaedillah, 1997).

Dari segi pelaksanaan hak cipta (sebagaimana diatur dalam Pasal 2 UU No. 19 Th. 2002). Undang-Undang Hak Cipta menganut prinsip bahwa pencipta mempunyai hak eksklusif untuk melaksanakan ciptaaannya, artinya dalam kurun waktu tertentu pencipta mempunyai hak untuk melaksanakan sendiri ciptaannya atau memberi izin kepada orang lain untuk melaksanakan ciptaannya itu (Kansil, 2003).

Dari prinsip hak eksklusif tersebut, maka pihak lain yang ingin ikut melaksanakan ciptaan dan mengambil manfaat ekonomi dari ciptaan itu, harus mendapatkan izin dari pencipta yang bersangkutan.

Keterangan: Bagi yang berminat untuk memiliki versi lengkap judul diatas dalam format Msword hubungi ke nomor:

HP. 0819 0405 1059/ 0812 2701 6999/ 0888 9119 100 atau Telp.0274-9553376. Skripsi Rp300rb, Tesis Rp500rb. Layanan ini bersifat sebagai referensi dan bahan pembelajaran. Kami tidak mendukung plagiatisme. Jika belum jelas, jangan ragu telepon kami :)

Hak cipta pada dasarnya adalah hak milik perorangan yang tidak berwujud dan timbul karena kemampuan intelektual manusia. Sebagai hak milik, hak cipta dapat pula dialihkan oleh penciptanya atau yang berhak atas ciptaan itu. Hak Cipta dapat dialihkan kepada perorangan atau kepada badan hukum.
Salah satu cara pengalihan hak cipta dikenal dengan nama lisensi hak cipta atau lebih dikenal dengan nama perjanjian lisensi. Untuk membuat perjanjian lisensi maka pengalihan hak cipta harus dituangkan dalam bentuk Akte Notaris. Hal ini mengingat begitu luasnya aspek yang terjangkau oleh hak cipta sebagai hak, sehingga jika dibuat dalam bentuk akte notaris dapat ditentukan secara jelas dan tegas ruang lingkup pengalihan hak yang diberikan (Kansil, 2003).
Dalam hal ini sering kali terjadi bahwa orang tidak mengindahkan perlunya suatu lisensi untuk dapat memiliki hak cipta orang lain di bidang program komputer.

Biasanya orang langsung mengcopy program komputer yang dia butuhkan tanpa melalui prosedur lisensi. Inilah yang disebut dengan pembajakan. Pembajakan dapat dilakukan baik oleh perorangan maupun badan hukum (perusahaan).

Sejak lama pembajakan terhadap program komputer telah menjadi fenomena sosial di Indonesia. Pembajakan program dilakukan dengan menggunakan berbagai media, antara lain Disket, CD (Compaq Disk), dan sering pula dilakukan secara langsung dari komputer ke komputer dengan menggunakan kabel data. Dalam hal ini dirasakan kurang sekali perlindungan hukum yang diberikan kepada pencipta program komputer.
Memang diakui untuk melindungi program komputer dari kasus pembajakan merupakan hal yang sulit, mengingat peng-copy-an program yang merupakan bentuk pembajakan komputer dapat dilakukan dengan cepat dan tanpa meninggalkan bekas karena didukung oleh kemajuan teknologi komputer yang semakin lama semakin canggih dewasa ini. Bahkan sekarang ini orang dapat menggandakan program komputer dalam jumlah banyak (mencapai ratusan copy) hanya dalam waktu hitungan menit. Hal ini dimungkinkan oleh adanya teknologi CD duplicator.

Adanya fenomena seperti yang diuraikan di atas dapat membuat Penulis menjadi tertarik untuk mengetahui lebih jauh mengenai pembajakan hak cipta khususnya di bidang program komputer, yang dalam hal ini lebih khusus lagi adalah pembajakan yang dilakukan oleh PT Panca Putra Komputindo Jakarta yang kemudian diketahui oleh Microsoft Corporation (MS Corp.) selaku pemegang hak cipta. Masalah ini kemudian diselesaikan melalui prosedur litigasi dan dalam proses persidangan yang dilakukan dapat dibuktikan pembajakan yang telah dilakukan oleh PT Panca sehingga Pengadilan Negeri Jakarta Pusat memutuskan bahwa dealer komputer ini bersalah telah menginstal kopi yang tidak sah dari perangkat lunak Microsoft Windows dan Microsoft Office di komputer-komputer yang mereka jual ke konsumen dan diperintahkan untuk membayar ganti kerugian sebesar US $ 4.7 juta (sekitar Rp 47,6 milyar) kepada MS Corp.
Hasil penelitian selengkapnya dari fenomena di atas akan dituangkan dalam karya ilmiah berbentuk tesis dengan judul PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEMBAJAKAN PERANGKAT LUNAK KOMPUTER DI INDONESIA (Studi Kasus Gugatan MS Corp. Terhadap PT Panca Putra Komputindo).

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah di atas dirumuskan masalah sebagai berikut :

  1. Apakah perlindungan hukum terhadap perangkat lunak komputer sudah diterapkan?
  2. Bagaimana penyelesaian hukum yang diperoleh MS Corporation selaku pengugat dalam kasus pembajakan program Microsoft oleh PT Panca Putra Komputindo Jakarta?

C. Tujuan Penelitian

Adapun tujuan diadakannya penelitian ini adalah :

  1. Untuk mengetahui realisasi perlindungan hukum terhadap perangkat lunak komputer.
  2. Untuk mengetahui penyelesaian hukum yang diperoleh MS Corporation selaku pengugat dalam kasus pembajakan program Microsoft oleh PT Panca Putra Komputindo Jakarta.

D. Keaslian Penelitian

Soedarpo (1999) pernah melakukan penelitian dengan judul Perlindungan Hukum Hak Cipta di Bidang Program Komputer. Penelitian ini dilakukan dengan mengambil sampel toko retail komputer yang biasanya ketika menjual perangkat keras komputer juga melengkapinya dengan perangkat lunak berupa program komputer. Peneliti mengkaji tentang itikad baik pemilik toko retail komputer untuk selalu memperpanjang lisensi untuk memperbanyak program komputer yang dimilikinya. Dari hasil penelitian diketahui banyak toko retail komputer yang tidak memperpanjang lisensinya sesuai dengan jangka waktu berakhirnya lisensi. Padahal mereka selalu menggunakan program yang sudah habis lisensinya tersebut dalam penjualan komputer yang dilakukan. Hal ini merupakan bentuk pembajakan hak cipta di bidang program komputer.

Penelitian yang dilakukan di atas, hampir sama dengan penelitian yang dilakukan penulis, yaitu topik penelitian adalah pembajakan hak cipta di bidang program komputer. Akan tetapi bedanya adalah bahwa penelitian penulis merupakan studi kasus terhadap gugatan MS Corp. terhadap PT Panca Putra Komputindo, sedangkan penelitian terdahulu tersebut bukan merupakan studi kasus.

    Baca selengkapnya »

===================================================
Ingin memiliki Skripsi/Tesis versi lengkapnya? Hubungi Kami.
===================================================

Judul terkait:

Keyword:

hukum dan komputer (25), pembajakan perangkat lunak (17), uu pembajakan (13), undang-undang pembajakan (12), hukum pembajakan (11), komputer dan hukum (11), undang undang pembajakan (11), pembajakan komputer (10), PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEMBAJAKAN PERANGKAT LUNAK KOMPUTER DI INDONESIA (STUDI KASUS GUGATAN MS CORP TERHADAP PT PANCA PUTRA KOMPUTINDO) (1)

Layanan Referensi & Konsultan Skripsi Tesis & Disertasi   No.HP.0819.0405.1059  Home: (0274) 9553376