Did You Know? The major air-polluting industries are iron, steel and, cement.

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Infeksi bakterial masih merupakan masalah besar di negara berkembang seperti Indonesia. Untuk penanganannya secara umum di masyarakat ataupun secara khusus di rumah sakit perlu berbagai upaya secara terpadu, terarah serta dilandasi pengetahuan yang luas tentang penyebab infeksi.

Penyebaran dan perkembangan resistensi banyak terjadi di rumah sakit. Beberapa faktor diantaranya adalah: 1) karena penderita mendapat terapi antibiotik (minimal 30% dari seluruh kasus) sehingga terjadi penekanan selektif pada flora normal yang menyebabkan spesies yang resisten berkembang menjadi endemik pada populasi rumah sakit. 2) Kondisi populasi penderita yang padat. 3) Rujukan penderita antar rumah sakit yang memudahkan penyebaran penyakit. 4) Transmisi bakteri yang resisten dengan cara kolonisasi silang pada penderita karena seringnya kontak dengan petugas kesehatan terutama lewat tangan petugas (Rianto S & Vincent, 1987).

Diare merupakan masalah kesehatan yang penting karena morbiditas dan mortalitas yang diakibatkan terutama pada anak berumur dibawah lima tahun di negara-negara berkembang.

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan diberbagai negara, terutama dinegara berkembang diperoleh data bahwa 25% kasus diare yang terjadi disebabkan oleh Escherichia coli (Setyabudi &Vincent, 1987). E.coli biasanya ditularkan melalui jalur fekaoral terutama karena menelan makanan yang terkontaminasi dan kontak dengan tangan yang terkontaminasi serta buruknya sirkulasi udara pada rumah sakit.

Adanya Escherichia coli yang resisten ini memiliki berbagai dampak yaitu pilihan terapi semakin sempit, angka kesakitan dan kematian meningkat, biaya perawatan di rumah sakit bertambah dan cenderung menimbulkan resistensi antibiotik di dalam rumah sakit.

Cara pengobatan untuk berbagai jenis infeksi bakterial adalah dengan pemberian antibiotik. Hal ini juga dilakukan di Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Sardjito yang merupakan rumah sakit rujukan tertinggi untuk Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah bagian selatan.

Penggunaan antibiotik secara tidak rasional pada penyakit diare telah menimbulkan resistensi kuman terhadap antibiotik terutama di rumah sakit, sehingga penggunaan antibiotik perlu dipantau agar dalam pengobatan penyakit diare dengan antibiotik dapat dilakukan pemilihan antibiotik secara tepat.

Antibiotik yang sering digunakan untuk menangani kasus infeksi yang disebabkan bakteri gram negatif khususnya Escherichia coli adalah antibiotik golongan beta-laktam dan klorampenikol. Antibiotik ini dipilih karena tingkat selektifnya yang tinggi, mudah diperoleh dan analog sintetiknya tersedia dalam jumlah banyak.

Keterangan: Bagi yang berminat untuk memiliki versi lengkap judul diatas dalam format Msword hubungi ke nomor:

HP. 0819 0405 1059/ 0812 2701 6999/ 0888 9119 100 atau Telp.0274-9553376. Skripsi Rp300rb, Tesis Rp500rb. Layanan ini bersifat sebagai referensi dan bahan pembelajaran. Kami tidak mendukung plagiatisme. Jika belum jelas, jangan ragu telepon kami :)

Kecepatan timbulnya resistensi mikroba bervariasi untuk berbagai macam antibiotik. Sehingga penggunaan antibiotik perlu digunakan pada waktu yang tepat agar faktor resistensi dapat dihindari.

Resistensi Escherichia coli terhadap antibiotik golongan beta-laktam terjadi karena produksi enzim beta-laktamase, perubahan permeabilitas membran, sedangkan resistensi terhadap klorampenikol terjadi karena bakteri menghasilkan enzim Asetiltransferase yang dapat menghambat kerja dari antibiotik  (Wattimena dkk, 1991).

Penelitian yang telah dilakukan oleh Evina Wudi Astuti dengan judul ”Pola Resistensi Escherichia coli Biakan Faeces Terhadap Antibiotika Golongan Sefalosporin Generasi III Di Laboratorium Patologi Klinik RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta” masih terdapat bakteri Escherichia coli yang resisten terhadap antibiotika Sefalosporin golongan III. Berdasarkan acuan tersebut  maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang ”Pola Resistensi antara Amphisilin dan Klorampenikol terhadap Bakteri Escherichia coli di Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Sardjito tahun 2008”.

B. Rumusan masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukaan di atas, maka penulis merumuskan masalah yaitu: “Bagaimana pola resistensi Escherichia coli terhadap antibiotik amphisilin dan klorampenikol di RSUP Dr. sardjito pada tahun 2008 ?”

    Baca selengkapnya »

===================================================
Ingin memiliki Skripsi/Tesis versi lengkapnya? Hubungi Kami.
===================================================

Judul terkait:

Layanan Referensi & Konsultan Skripsi Tesis & Disertasi   No.HP.0819.0405.1059  Home: (0274) 9553376