Did You Know? In 10 minutes, a hurricane releases more energy than all of the world's nuclear weapons combined.

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1. Latar Belakang Masalah

Bali identik dengan pariwisata. Daerah tujuan wisata yang sudah populer di berbagai negara ini merupakan barometer perkembangan wisata di Tanah Air dan diberi berbagai julukan, mulai dari Pulau Seribu Pura hingga Island of God. Ketika Indonesia dilanda kerusuhan Mei 1998, warga negara asing ramai-ramai eksodus meninggalkan Jakarta kembali ke daerah asalnya, Bali malah menangguk rejeki dari orang-orang yang menginginkan suasana aman. Penerbangan penuh, bahkan diberlakukan extra flight. Hotel-hotel kebanjiran tamu, art shop kewalahan melayani pembeli. Semua panen, penerbangan, hotel, biro perjalanan, dan semua unsur yang ada di Pantai Kuta. Oleh sebab itu pariwisata Bali menjadi andalan mengeruk devisa.

Namun suasana menjadi berubah seratus delapan puluh derajat setelah Sabtu malam, 12 Oktober 2002, dua buah bom meledak, satu di Café Sari Club, Legian, Kuta, dan satu lagi di Renon. Tercatat 182 orang tewas dan 132 luka-luka akibat ledakan tersebut.

Dengan adanya tragedi tersebut nama Bali yang sudah terkenal tiba-tiba terpuruk, dan kini menjadi berita bukan lagi karena atraksi budayanya, namun karena tewasnya ratusan wisatawan asing di Kuta. Menlu Australia Alexander Downer seketika bertindak, karena memperkirakan banyak warga negaranya yang menjadi korban, segera mengirimkan pesawat Angkatan Udara Australia ke Bali membawa bantuan medis dan mengevakuasi para korban. Selain itu Maskapai Penerbangan Qantas juga menambah penerbangannya ke Bali untuk membantu mengangkut warga negara Australia. Downer juga mengatakan, polisi federal dan pihak keamanan Australia siap untuk mendampingi aparat Indonesia melakukan penyelidikan bersama terhadap peristiwa itu. Selain itu Downer juga mengingatkan warga negaranya untuk tidak berkunjung ke Bali selama beberapa waktu.

Tragedi Bali 12 Oktober 2002 merupakan tragedi terbesar setelah pengeboman  atas gedung World Trade Center (WTC) dan Pentagon. Akibat tragedi bom Bali perekonomian di Bali menjadi lumpuh. Objek-objek wisata yang biasanya ramai, menjadi sepi. Tidak ada lagi turis yang berani berjemur di bawah terik matahari Pantai Kuta yang terkenal ke mancanegara. Hotel-hotel sepi, restoran tidak ada pengunjung. Singkat kata kegiatan pariwisata di Bali mengalami lumpuh total. Akibatnya masyarakat Bali yang sebagian besar menggantungkan diri pada sektor pariwisata mengalami defisit penghasilan. 

Di bidang investasi kepercayaan investor asing menjadi berkurang karena takut aset-aset mereka di Indonesia akan menghadapi teror serupa. Akibatnya banyak investor asing yang memindahkan investasinya dari Indonesia ke negara lain yang dianggap lebih aman. Hal ini membuat ribuan tenaga kerja Indonesia menjadi penganggur.

Keterangan: Bagi yang berminat untuk memiliki versi lengkap judul diatas dalam format Msword hubungi ke nomor:

HP. 0819 0405 1059/ 0812 2701 6999/ 0888 9119 100 atau Telp.0274-9553376. Skripsi Rp300rb, Tesis Rp500rb. Layanan ini bersifat sebagai referensi dan bahan pembelajaran. Kami tidak mendukung plagiatisme. Jika belum jelas, jangan ragu telepon kami :)

Di lantai bursa peristiwa bom Bali ini merupakan peristiwa yang layak diuji pengaruhnya terhadap para pelaku di pasar modal. Pengujian ini biasanya dilakukan dengan studi peristiwa (event study), yaitu studi yang mempelajari reaksi pasar terhadap suatu peristiwa (event).  Untuk mengetahui bagaimana reaksi pasar terhadap harga saham yang diperjualbelikan di Bursa Efek Jakarta akibat adanya bom Bali, maka penulis tertarik untuk meneliti tentang hal tersebut dan menuliskannya dalam skripsi berjudul Reaksi Harga Saham di Bursa Efek Jakarta terhadap Teror Bom Bali”.

 

1.2. Rumusan Masalah   

Berdasarkan latar belakang masalah di atas dirumuskan masalah sebagai berikut:

Apakah ada perbedaan rata-rata abnormal return saham antara sebelum dan sesudah adanya teror bom Bali.

 

1.3. Tujuan Penelitian

Berdasarkan latar belakang masalah di atas dirumuskan masalah sebagai berikut:

Untuk mengetahui apakah ada perbedaan rata-rata abnormal return saham antara sebelum dan sesudah adanya teror bom Bali.

 

1.4. Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian ini adalah:

  1. Sebagai evaluasi bagi investor untuk mengevaluasi pengambilan keputusan saham dengan adanya peristiwa tertentu (teror bom Bali).
  2. Untuk memperoleh gambaran yang jelas tentang seberapa jauh reaksi saham di Bursa Efek Jakarta terhadap suatu peristiwa.

 

 

1.5. Sistematika Pembahasan

Sistematika pembahasan ini akan dibagi dalam lima bab sebagai berikut :

BAB   I   PENDAHULUAN

Menguraikan latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, metode penelitian, analisis data, serta sistematika pembahasan.

BAB  II  KAJIAN PUSTAKA

Dalam bab ini akan dibahas mengenai teori-teori yang berhubungan dengan pembahasan yaitu informasi di pasar modal, efisiensi pasar, pengujian efisiensi pasar, event study, analisis pasar menggunakan model pasar, teori insentif dan tinjauan penelitian terdahulu.

BAB III  METODE PENELITIAN

Bab ini memuat tentang populasi dan sampel, data dan sumber data, variabel dan pengukuran variabel.

BAB IV  ANALISIS DATA

Bab ini memuat hasil pengolahan data dan pembahasan.

BAB V   KESIMPULAN DAN SARAN

Bab ini berisi kesimpulan dan saran.

 

 

 

    Baca selengkapnya »

===================================================
Ingin memiliki Skripsi/Tesis versi lengkapnya? Hubungi Kami.
===================================================

Judul terkait:

Keyword:

kasus bursa efek (10)

Layanan Referensi & Konsultan Skripsi Tesis & Disertasi   No.HP.0819.0405.1059  Home: (0274) 9553376